Ingin rasanya Veroniccha melupakan semuanya. Melupakan bahwa kenyataan yang baru ia dapat akan membungkam seluruh kenangan manis yang telah ia bangun bersama Davino. Tentang mimpi indah mereka akan masa depan. Tentang anak-anak yang akan hadir nantinya melengkapi kebahagiaan mereka. Nyatanya Veroniccha begitu naif untuk melupakan semuanya. Kenyataan itu yang ia tunggu selama ini. Kenyataan yang ia yakini akan membantunya keluar dari lubang hitam yang selama ini menyiksanya. Tapi salahnya, selama ia menunggu, ia membangun sebuah mimpi di lubang itu. Berikut jutaan warna yang menghiasi segalanya. Lalu ketika penantiannya itu tiba, ia terlalu nyaman berada di lubang itu. Jadi rasanya begitu sakit saat akan keluar. Terkadang Veroniccha berpikir, mengapa ia tak tinggal saja di dalam lubang it

