EmpatBelas

1102 Kata

Davino masih terpejam. Mencoba untuk memasuki dan menjelajahi alam mimpi. Namun nihil. Ia masih gelisah dan terus bergerak sana-sini. "Jika kau masih seperti cacing kepanasan lebih baik pindah ke kamarmu. Kasihan Dio nanti dia terganggu," kata Veroniccha yang telah membuka matanya dan menatap Davino. Davino membuka matanya dan memiringkan badannya menghadap Veroniccha. Veroniccha masih menempatkan tangannya pada punggung Dio dan menepuknya lembut. "Ini salahmu," ucap Davino pelan. Veroniccha mencibirkan bibirnya, "kau yang meminta kopi. Aku hanya membuatkan." Davino mendengus dan mengganti posisi tidurnya menjadi terlentang. Davino dan Veroniccha memang sudah berada dalam satu kamar sejak Veroniccha sering menangis dalam tidurnya. Iapun mulai sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN