Berjalan dengan lesu, itulah yang Reya lakukan sekarang. Semenjak tidak adanya kehadiran Nevan selama beberapa hari membuat Reya tidak bersemangat, padahal dulu jika tidak ada Nevan disitulah Reya merasa seperti sebuah ponsel yang kehabisan baterai lalu di cas dan timbullah kembali tenaganya. Reya hanya menyunggingkan senyum tipis saat ada yang menyapanya, tidak seperti biasanya yang selalu membalas sapaan orang itu dengan suara dan tawa cerianya. "Ih awas! Jangan gangguin gue! Gatel banget sih Lo?!" "Gue sakit kalo gak gangguin Lo sehari. Sok jijik di ganggu, ntar kalo gue berhenti gangguin Lo, Lo bakal kangen sama gue." "Terserah!" Reya memperhatikan dua orang yang sedang ribut, yang satu terlihat jengkel dan yang satu terlihat sangat menjengkelkan bagi si perempuan. Senyum tipis t

