42

1988 Kata

"Kak Nevan," Nevan membuka kedua matanya. "Lepasin, aku sesak nafas." Nevan langsung melepaskan pelukannya dan memegang kedua lengan Reya. "Gue seneng." Reya tersenyum. "Kita beneran balikan, kan?" Tanya Nevan. Reya mengangguk malu. Nevan membuka kotak beludru yang ada di tangannya mengambil kalung yang ada di tempat itu. "Gue pakein." Nevan menunjuk kalung yang ia pegang. Reya mengangguk mengenyampingkan rambutnya yang tergerai agar Nevan tidak kesulitan saat memasangkan kalung ke lehernya. "Makasih." Kata Reya saat Nevan sudah memasangkan kalung untuknya. Nevan mengangguk sambil tersenyum kemudian mundur beberapa langkah. Secara perlahan kedua tangan Nevan terbuka lebar memberi isyarat kepada Reya untuk segera masuk ke dalam dekapannya. Dengan tersipu malu, Reya berjalan men

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN