"Balikan sama gue." Reya sedikit mengerenyit. "Hahaha! Enggak lah, gue becanda." Nevan tertawa seraya memposisikan tubuhnya menghadap ke arah ring basket. Reya menatap Nevan dengan raut wajah kecewa, tadi jantungnya sudah berdetak kencang, dan ketika Nevan mengatakan bahwa laki-laki itu hanya bercanda rasanya tubuh Reya seperti lemas seketika. "Gak mau main?" Tanya Nevan menoleh sekilas sambil melemparkan basket ke dalam ring. Reya menggeleng kecil lebih memilih untuk memperhatikan bola yang masuk ke dalam ring. Reya menatap ponsel Nevan yang disodorkan kepadanya. "Pegangin, gue mau ke toilet." "Oh iya." Reya mengambil ponsel Nevan dan duduk di bangku yang ada di dekat ruang karaoke. Reya kembali menatap ponsel Nevan karena benda pipih tersebut bergetar sebab ada panggilan masuk.

