WAKTUNYA PULANG RAY!

1647 Kata

"Hah? Lu bilang baru berangkat entar sore. Barusan selesai. Kami otw ke rumah sakit, liat Bang Ray. Lu langsung nyusul aja." "Emang Pak Ray kaga ikut ke makam?" "Kaga bisa. Masih pake ventilator. Gimana? Nyusul rumah sakit, aja. Sekalian bezuk Bang Ray." "Harus. Pak Ray itu sodara kandung gua," ucap Vivian lirih, tetapi terdengar bagai petir di telinga Karmila. "Whaat! Yang bener aja, Kak!" Teriakan Karmila seketika membuat Nadio menoleh kaget. Pria ini segera menepuk bahu istrinya pelan. "Pelan. Suasana berduka," bisik Nadio sambil mengerlingkan mata ke arah bangku belakang. Orang tua Lisa yang sedang sempat kaget dengan teriakan Karmila, hanya tersenyum tipis. Wajah keduanya tampak sendu. Karmila pun salah tingkah sendiri karenanya. Wanita berambut ikal tersebut berucap lirih, "Maaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN