Bab.17 Di Tengah Hujan Deras

1263 Kata

  Mobil Tuan Camelyo berhenti di sebuah penjual es kelapa muda dan bakso. Mereka berdua makan dengan lahap, bahkan Archy minum air kelapa murni hingga tiga butir demi menetralisir herbal.   "Duh, lagi hamil muda ya. Bagus Neng, biar dedeknya putih! Eh ini sih Mama Papanya putih, anaknya pasti bule."   Celetukan penjual es kelapa itu membuat Archy meringis. Pasalnya hari itu ia sudah dikatai istri majikannya, dan sekarang ditambahi dengan ia hamil muda. Astaga, apa perut Archy sebuncit itu?   Tuan Camelyo tertawa-tawa mendengar celetukan tukang es kelapa. Archy hanya mendengus sambil memakan bakso dengan nafsu.   "Aku gendut banget ya?" keluh Archy.   "Padet, kayak roti kadet." Tuan Camelyo menjawab.   Archy mengerlingkan matanya tanda emosi. Tuan Camelyo terkekeh, menertawai ekspresi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN