Bab.16 Jalan-Jalan

1063 Kata

  Archy melirik ke arah Tuan Camelyo yang serius menyetir. Archy bahkan bingung ingin bicara apa selama perjalanan. Karena itu ia memilih untuk melihat jalanan-jalanan sepanjang mereka berkendara.   "Ar." Tuan Camelyo memecah keheningan.   Archy menatap Tuan Camelyo seksama.   "Kenapa Tuan? Mual?"   "Sok tahu. Tolong bukain permen dong, kok enek ya."   "Tuh 'kan mual. Lagian Tuan makan sampe empat piring, apa enggak overdosis?"   Tuan Camelyo terkekeh. Ia tidak bisa bilang kalau masakan Archy enak dan ia ingin makan lebih banyak daripada biasanya. Bahkan rasanya makanan buatan Archy membuatnya candu.   Apa Archy menggunakan jampi-jampi sehingga Tuan Camelyo ketagihan?   "Tuan kita mau kemana sih? Jauh banget!" Archy mulai mengeluh karena sudah satu jam setengah perjalanan tidak tib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN