Tuan Camelyo dan Archy memandangi panci yang sudah terbelah dua, berisi serpihan sayur yang warnanya hitam legam. Sebenarnya etnik, tapi didapatkan dengan cara ceroboh agaknya sedikit tidak baik. Keduanya berpandangan, kemudian memandang kembali panci tersebut. "Bisa-bisanya lupa kalau lagi manasin sayur." Tuan Camelyo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Archy sontak membuang panci rusak itu ke dalam tong sampah. Astaga, andai panci itu tidak meledak tentu keperawanannya sudah hilang! Fiuh, nyaris saja! "Chy bagaimana kalau-" Baru saja Tuan Camelyo hendak bicara, Archy melesat ke dalam kamar dan menguncinya. Tuan Camelyo mengerjapkan matanya kemudian menghampiri kamar Archy. "Chy, saya laper. Gimana kalau ke depan beli pecel lele?" tanya Tuan Camelyo. Archy memegangi

