Tanpa terasa satu jam berlalu, bahkan Archy menghabiskan dua potong ayam pecel malam itu. Sementara Tuan Camelyo tidak menghabiskan makanannya, ia kesal saat Archy berbincang hangat dengan Agus. Agar Archy dekat dan perhatian bagaimana caranya? Otak Tuan Camelyo berputar mencari cara agar gadis itu mau terus menerus di sampingnya. Aha, ada ide. "Aa anterin pulang apa gimana sayang?" tanya Agus sambil merangkul pinggang Archy. Mata Tuan Camelyo fokus menatap Archy yang juga tengah setengah memeluk Agus. Beneran nempel kayak nasi dioles ke atas kertas! "Archy aku yang ajak, pulang sama aku aja." Tuan Camelyo menjawab. Agus mengerjapkan mata kemudian tersenyum. "Nanti udah sampe Aa chat, makasih A Iyo malah traktir semua, jadi malu." Agus menyunggingkan senyum. Sial,

