"Ohok-ohok!" Tuan Camelyo yang sedang makan itu tersedak. Ayahnya tertawa terbahak-bahak melihat anaknya yang salah tingkah. "Dah jangan dipikirin. Wajar, semua pria suka perempuan cantik. Cuma, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Apalagi posisinya yang merupakan asistenmu." Perkataan Ayah Tuan Camelyo membuat Tuan Camelyo tersadar, pasti Archy akan dianggap rendah karena posisinya. Akan tetapi, Tuan Camelyo tidak peduli. Ia jatuh cinta, dan mungkin ini baru pertama kali baginya merasakan seperti itu meskipun ia dan Lilis cukup lama bersama. Saat bersama Lilis, entah kenapa perasaan Tuan Camelyo terasa hampa. Akan tetapi saat bersama Archy, hidupnya terasa jauh lebih berwarna. Sosok itulah yang selalu Tuan Camelyo cari dibalik kesibukan dan kesendiriannya selama tiga puluh

