Bab.36 Beli Cake

1111 Kata

  "Chy, aku udah mutusin Lilis demi kamu, demi kita. Dengan aku mengambil kesucian kamu, tandanya aku bertanggung jawab atas hidup kamu." Tuan Camelyo menempelkan kepalanya di perut Archy.   Archy menghela napas. Di dekapnya Tuan Camelyo erat, aroma harum tercium dari kepala Tuan Camelyo. Harum tubuhnya sekaligus aroma parfum yang bercampur jadi satu.   "Tuan baru pulang, lapar gak? Ini mukanya mencong." Archy mencoba mengajak bercanda.   Tuan Camelyo terkekeh sambil mengusap perut Archy.   "Adek lagi apa di dalam?" Tuan Camelyo menempelkan kupingnya di atas perut Archy.   Archy mendengus, apa perutnya sebesar itu sampai dikatai hamil segala? Memang sih lama-lama perutnya terus membuncit seperti busung lapar. Tapi kan ini besar karena kebanyakan lemak jenuh! Kalau pake mama lime perut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN