Tuan Camelyo membuka jendela mobil, Archy merasakan angin bertiup kencang. "Coba nyanyi satu lagu Chy." Tuan Camelyo tersenyum. Archy berdeham, mencoba mengukur pita suaranya. Ia memejamkan mata. "Ayayay hatiku tergoda, ayayay sungguh mempesona, ayayay hanya kepadamu ku benar-benar cinta. NYANYI!" teriak Archy. Sebagian orang di jalanan nampak melotot saat Archy berteriak lagu Nassar tersebut. Tuan Camelyo mau tidak mau tertawa terbahak-bahak. "Oppa Nassar ki-yo-wo!" teriak Archy heboh. Tuan Camelyo bergegas menutup kaca jendela. Archy mendengus, padahal ia sedang membayangkan konser penyanyi dangdut terkenal itu. "Nanti Aa beliin nastar bong." Archy menoleh, menatap Tuan Camelyo seksama. Ia mengerjapkan matanya. "Aa?!" Tuan Camelyo menahan malu. Ia ingin me

