Archy mengetik pesan di ponselnya sambil menggigit bibir. Tuan Camelyo memandangi Archy seksama. "Cepetan ketik." titah Tuan Camelyo sambil melipat tangannya di atas perut. Archy meringis, kenapa di awasi segala sih? Emang ujian nasional? Archy yakin kalau Tuan Camelyo jadi pengawas ujian, pulang mengawas ia akan terkena bulan-bulanan para siswa. Archy menekan layar ponsel itu, Tuan Camelyo malah menaruh dagunya di bahu Archy. "Ih Aa jangan deket-deket, bau kadal." Archy mendorong pipi Tuan Camelyo dengan pipinya. Tuan Camelyo mengendus-endus tubuhnya. "Kadal baunya gimana sih? Ngaco kamu Neng!" omel Tuan Camelyo. Archy terkekeh. Ia sontak berbalik dengan kecepatan lima belas ribu cahaya untuk menghindari Tuan Camelyo. To: Aa Reyhan Aa, bisa kita ketemu gak? Ak

