Bab.43 Belanja

1224 Kata

  Archy mengetik pesan di ponselnya sambil menggigit bibir. Tuan Camelyo memandangi Archy seksama.   "Cepetan ketik." titah Tuan Camelyo sambil melipat tangannya di atas perut.   Archy meringis, kenapa di awasi segala sih? Emang ujian nasional? Archy yakin kalau Tuan Camelyo jadi pengawas ujian, pulang mengawas ia akan terkena bulan-bulanan para siswa.   Archy menekan layar ponsel itu, Tuan Camelyo malah menaruh dagunya di bahu Archy.   "Ih Aa jangan deket-deket, bau kadal." Archy mendorong pipi Tuan Camelyo dengan pipinya.   Tuan Camelyo mengendus-endus tubuhnya.   "Kadal baunya gimana sih? Ngaco kamu Neng!" omel Tuan Camelyo.   Archy terkekeh. Ia sontak berbalik dengan kecepatan lima belas ribu cahaya untuk menghindari Tuan Camelyo.   To: Aa Reyhan   Aa, bisa kita ketemu gak? Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN