Bab.44 Bagaimana Ini?

1813 Kata

  Archy mengambil satu cup boba kesukaannya. Warnanya ungu, cantik banget! Dengan bahagia Archy menyeruput minuman itu dan mengunyah boba dengan seru.   "Dipikir-pikir kamu mirip marmot kalau lagi makan," Tuan Camelyo terkekeh.   Archy mendengus, ia menyodorkan cup minuman itu.   "Enak, cobain." tutur Archy.   Tuan Camelyo mencoba dan kemudian mengangguk-anggukan kepalanya.   "Lumayan lah, sama aja kaya biji salak. Kalau kata orang jaman dulu kolak biji salak, sekarang boba pake brown sugar. Padahal rasanya gitu-gitu aja." tutur Tuan Camelyo.   Archy terkekeh sambil berjalan bersama Tuan Camelyo ke arah sebuah restoran. Para pelayan itu menyambut mereka saat masuk dengan sangat ramah. Wih, mewah bener tempat makannya. Archy takut sakit perut makan makanan mewah tuh.   "Sayang makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN