Princess Rabbit

573 Kata
Ily memutuskan kontak mata lebih dulu karena Sean memegang pipi Ily berbicara dengan lembut dan meyakinkan setuju. Sean mengecup hidung Ily dan dengan gemasnya menarik hidung Ily sampai memerah. "Ihhh kakak, sakitttt" rengek Ily meminta balasan, Sean malah menambah cubitannya cubitannya pada kedua pipi Ily. "Abanggggg" Ily meminta pertolongan dan dengan sigap Seano mengangkat Ily kepangkuannya dan memeluk Ily dari belakang, masih dengan aktivitas nya yang berupa bahan bacaan, sesekali meluncurkan mengelus rambut panjang Ily. Ily menjulurkan lidahnya pada Sean tanda ia menang, namun tanpa dugaan, Sean menarik ujung rambut Ily lambat namun aku mengambil tarikannya. Cup, "Kena lagi kan—" goda Sean pada Ily. "Abang, itu kakaknya nyebelin." Seano berhenti membaca dari ponselnya kemudian memandang Sean dengan pandangan sulit di artikan dan. Hahahha ... Aahhhaahh "Abanggg .. haha ka aahhaha kak ... ampunnnn!" Ily di gelitiki oleh Sean dan Seano, mereka dengan sengaja ikut serta menjahili adiknya ini. "Cu .. cu- hahahha... cukup!" Sean dan Seano membatalkan kegiatan mereka, melihat keadaan Ily sangat mengenaskan, rambut acak acakan, air mata menetes, nafas yang ngos- ngosan tidak teratur. Sean mengambil milkshake stoberi milik Ily dan di berikan pada sang pemiliknya. Sementara Seano merapihkan rambut panjangnya dan mengusap air mata yang keluar dari mata indahnya. Para siswa yang melihat peristiwa langka itu pun langsung stay pada ponsel masing-masing untuk mengambil foto dan video agar bisa membuat bahan gosip yang panas di AIS. Kean? Panas !!!! Sepanas bara api! "Sebenarnya apa sih hubungan mereka? gue jadi penasaran." Ucap Kean pelan namun masih terdengar oleh temannya. "Mana gue tau." "Tapi gimana pun bisa, gue mesti mau Willy." Setelah mencari untuk belajar kembali, maka bel pertanda pulang telah berbunyi. Terima kasih pada semua teman-teman. Dengan segera Ily keluar menghampiri Kakak dan Abangnya yang telah menunggunya di luar kelas Ily. "Putri Kelinci mau pulang sama siapa?" "Kakak naik apa ??" "Motor." "Abang ??" "Em ... Ily sama kakak aja dulu deh, besok sama abang, ya?" "Okey kalo gitu, hati-hati princess." "Hm .. sampai jumpa prince." "Kak, Abang mau ke toko buku dulu, kalo mau mampir kemana-mana, izin mom and dad." "Iya bang, kakak mau perfi sama adek ya." "hati-hati , jangan ngebut, bawa motornya." "Siap." Walau Sean paling terkenal dingin dan kasar, Sean akan sangat menghargai Abangnya walau hanya berbeda 10 menit. mom dad, selalu menyuruh mereka saling menghormati satu sama lain mau itu di rumah, keluar dari rumah, dan di mana pun itu. Abang panggilan untuk Seano sebagai yang pertama. Kakak panggilan untuk Sean sebagai kakak kedua. Dan adek, untuk Willy sebagai si bungsu. "Princess, jangan nakal, hati-hati pilih makanannya ya." Seano memberikan petuah pada Ily. "Siap." Sebelum menaiki motornya, Sean memberikan Sweater nya pada Ily untuk di kenakan agar tak masuk angin. Akhirnya mereka pergi meninggalkan sekolah. Sean mengajak Ily ke Green cafe. Hal yang paling disukai di Ily di cafe ini karena ada menu favorite nya. Setelah sampai, ia segera ke toilet dan segera membuka sweater Sean. Ia pun mengganti seragamnya dengan kaos lengan pendek. Dengan cepat ia kembali dan mencari sang kakak. Nah itu dia, Sean sedang memesan dan begitu pula. Ily yang baru ikut langsung memesan. Ice cream stroberi dan milkshake bubble gum telah di pesan. Saat selesai memesan, tak lama kemudian memesan datang, Ily meminum milkshake nya terlebih dahulu, Sean datangnya dan Cekrek. "Ihhh kakak ..." "Kenapa ???" "Sekali lagi dongg" Ily memberikan cengiran polosnya. . "Okeyy .. berpose" Cekrek! "Lucu banget siiihhhhh" Sean mencubit hidung Ily gemas. Aku mengedarkan pandangannya pada kafe sekitar, dan ada orang yang ingin tahu. Dia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN