Hujan turun semakin deras. Seperti malam sebelumnya Indri kembali tidak bisa tidur. Wanita itu lalu keluar dari dalam kamarnya dan mendapati suasana rumah telah sepi karena semua orang pastinya sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing. Malam yang dingin ini membuat Indri kembali merasakan hasratnya bangkit. Wanita itu butuh pelampiasan nafsu tetapi tidak ada yang bisa menemani dirinya. Indri teringat Liben tetapi pria itu tidak bertugas berjaga, malam ini hanya ada Cakra yang mendapatkan giliran berjaga malam ini. Ingin rasanya Indri menggoda Cakra tetapi wanita itu teringat akan Cakra yang sudah berkeluarga tetapi hasrat Indri telah bergejolak. Kewanitaannya terasa gatal dan butuh seseorang untuk menghilangkan rasa gatal tersebut. Akhirnya Indri memutuskan untuk mendekati Cak

