Indri mundur sedikit menjauhi Cakra yang sedang menatapnya dengan penuh gairah. Lalu Indri dengan gerakan sensual menarik turun celana dalam tipis miliknya lalu dengan genit celana tipis itu dilemparkan Indri ke arah Cakra yang masih berdiri diam. Kain tipis itu mengenai wajah Cakra dan pria itu, meraihnya dan menciumnya, menghirup aroma hasrat Indri yang tertinggal di celana dalam tersebut. Sementara Indri melangkah mundur hingga ke sofa yang berada di kamarnya. Wanita itu duduk di atas sofa tunggal itu. Dengan nakal Indri mengangkat kedua kakinya dan menopangnya di masing-masing lengan sofa membuat posisi Indri mengangkang lebar memperlihatkan kewanitaannya yang tertutup rambut-rambut halus. Jari Indri terangkat dan Indri menggoyangkan telunjuknya, wanita itu memanggil Cakra yang masi

