"Garka..." "Diam, Angel. Aku tidak ingin melukai mu." Setelah menerima telepon dari Keyra akan klarifikasi berita duka itu, tubuh Garka bergetar hebat. Emosinya tak stabil hingga beberapa kali mereka ditegur oleh satpam karena Garka berteriak. Namun beruntung Ergon dapat menjelaskan semuanya hingga keadaan stabil kembali. Garka jatuh bersimpuh kelantai lalu menjambak rambutnya sendiri. Wajahnya memerah dan penuh keringat padahal udara semakin dingin disana. Angel tak bisa melakukan apapun. Ergon menelan ludahnya susah payah. Ia mencoba menghubungi kembali rekannya disana tanpa sepengetahuan Garka. Untuk itu ia menjauh dari tempat tersebut. "s****n kau! Kau bilang tidak ada sinyal merah! Nyonya Hera meninggal? Itu bukan sinyal merah lagi!!" Ergon mengutuk rekannya itu dengan nada re

