"TIDAK KEYRA!! KEYRA!!" "Tuan Muda?" Garka mengerjapkan matanya. Nafasnya terengah-engah dan keringat mengucur deras di kening dan juga lehernya. Laki-laki berparas tampan itu terlihat linglung, fokusnya pun seperti terbagi-bagi. tubuhnya sedikit gemetar. "Tuan muda?" Garka menatap pria yang lebih tua disamping nya. Terlihat kecemasan dan juga rasa khawatir yang besar disana. "Are you good?" Garka menghembuskan nafasnya panjang lalu mengangguk pelan. "Ya, Paman," ucapnya sambil mengatur nafas kembali. "Apa kau bermimpi buruk?" "Sepertinya. Belakangan ini aku sering bermimpi buruk. Dan mimpi itu selalu berkaitan dengan orang-orang yang kusayang." Garka memijat keningnya. "Apa semuanya akan baik-baik saja?" lanjutnya. Ergon menatap Garka. Tuan mudanya itu terlihat buruk. Wajah da

