Keyra serba salah. Di satu sisi kaki dan pinggang nya keram juga pegal, namun di sisi lain ada Garka yang tengah tertidur di pangkuan nya dan ia tidak tega untuk membangunkan nya. Tapi, Demi Tuhan!! Kaki nya mati rasa!! "Kaki lo sakit ya?" Keyra terkejut. Ia menatap ke bawah ke arah Garka yang kini sudah membuka mata nya dan bangun mendudukan diri. Mungkin Garka merasakan pergerakan kaki Keyra. Karena gadis itu ingin mengganti posisi nya agar lebih nyaman. Tapi Keyra bersyukur Garka menyadari nya dan segera bangun. Jika tidak, Keyra tak tahu jika ia akan bisa berjalan normal lagi atau tidak nanti. "Maaf. Gue ketiduran berapa lama?" Keyra melipat kedua kaki nya lalu melirik jam di pergelangan tangan nya. "Sekarang jam sepuluh. Lo udah tidur satu jam lebih." Garka mengangguk. "Maaf gu

