BAB 17

1198 Kata

Garka menghisap rokok nya lalu menghembuskan nya kembali dengan sangat panjang. Ia menatap langit yang di penuhi bintang dengan sendu. Garka saat ini tengah duduk di hamparan rumput dengan dua kaki nya melipat. Ia mematikan rokok nya dengan cara menggenggam nya hingga padam. Tidak ada rasa sakit saat sumbu rokok itu mengenai tangan nya. Perasaan nya sudah mati. Ia memeluk kedua lutut nya lalu membenamkan muka nya di sana. Jika boleh memilih, ia sangat ingin mengembalikan masa sebelum Gevan tiada. Biarlah saat itu kedua orang tua nya mengacuhkan nya, asalkan mereka masih sehat dan dapat bekerja seperti biasa. Ia masih bisa melihat Mama nya berjalan kesana kemari dengan sehat, ia masih bisa merasakan kepedulian Papa nya walaupun lewat tamparan dan hinaan. Angin berhembus cukup kencang di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN