Keyra menyerengit saat mendengar suara tawa. Ia membuka matanya lalu merasakan dirinya tidur di sofa seorang diri tanpa Garka. Keyra mengusap wajah nya lalu terduduk dengan muka bantal. Ia terlihat sedikit linglung. "Eh, Key. Kebangun gara-gara kita, ya?" tanya Aldi yang pertama kali melihat Keyra terbangun. Keyra menggeleng lalu mengucek mata nya. "Enggak," ucap nya serak. Aldi menjitak kepala Ilo. "Lo, sih! Gue bilang juga kalau ketawa pelan aja, Bu Ketua jadi kebangun, kan." Dami menahan tawa. "Kayak gak tau aja lo, Di. Si Ilo kan ponakan nya cewek yang suka ketawa di pohon belakang sekolah itu." Ilo menampar bibir Dami lalu merenggut kesal. "Jaga bahasa lo. Ini di rumah sakit." "Yee... Gue juga tau ini rumah sakit, gue gak bilang ini pameran, kan?" cibir Dami. Laki-laki itu membu

