"Argata, kamu mau berangkat kuliah?" tanya Sania sembari menaruh beberapa kotak di bangku teras. Argata masih mengenakan sepatunya menengok. "Iyah, bu. Bentar lagi berangkat." "Ibu mau titip pesenan, buru-buru banget hari ini. Kamu bisa anter sekalian nggak. Ibu kasih alamatnya." Wanita itu memberikan secarik kertas pada Argata. Tak lama kemudian Argata sudah rapih dan menyandang tasnya. "Yaudah bu, aku sekalian berangkat yah." "Iyah, hati-hati ya nak." Argata membawa kotak-kotak kue itu ke motor dan meletakkan di depan. Argata memakai helm dan langsung gaspol meninggalkan rumahnya. Sepanjang jalan angin segar menerpa wajahnya yang tertutup masker hitam. Argata membelokkan motornya menuju alamat yang tertulis di kertas tadi. Tentu saja rutenya tidak asing karena Argata sudah sering

