Bab 23

1957 Kata

Kami tiba di Jakarta saat hari sudah gelap, taksi yang kami tumpangi terparkir di halaman rumah besar. Aku mengikuti langkah Mas Indra memasukinya, rumah ini sedikit berantakan dengan debu dimana-mana. Mas Indra membuka kain putih yang menutupi sofa. "Dek, kamu tunggu disini dulu. Mas beresin kamar sebentar." Tanpa menjawab aku menuruti titahnya. Namun dalam hatiku perkecamuk sejuta tanya, jika rumah ini sudah lama tidak ditempati dimana Mas Indra tinggal selama ini? "Dek ...," suara Mas Indra membuyarkan lamunanku, "kamu istirahat aja di kamar, Mas keluar dulu mau beli makanan." Lagi-lagi, tanpa banyak bicara aku hanya menurutinya. Aku membaringkan diri yang sudah terlalu lelah seharian dalam perjalanan panjang dari Jawa timur ke Jakarta timur. Mungkin sekitar tiga puluh men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN