Aku mengelus perut yang telah membesar, sudah 35 minggu usia kehamilan tinggal menunggu paling lama 5 minggu lagi untuk bertemu buah hatiku. Buah hati yang katanya sangat diidamkan Mas Indra, tetapi kenyataannya ia juga tengah menantikan buah hati dari istri pertamanya. Sakit hati yang kurasakan mungkin juga akan sama besarnya dengan apa yang dirasakan istri pertama Mas Indra jika mengetahui suaminya telah memperistri diriku. "Sayang, mungkin semua ini memang kesalahan Ibu terlalu mudah percaya dengan mulut manis laki-laki, tapi bagaimanapun keadaannya sekarang yang terpenting bagi Ibu adalah kebahagiaan kamu." Aku berbicara dengan jabang bayi dalam perutku, dapat kurasakan gerakan halusnya mungkin ia mengerti dengan perkataanku. Tapi apakah dia juga bisa merasakan sakit yang kini

