Dua pekan berlalu sejak menaiki wahana bianglala waktu itu, kejadian yang selalu membuat pipiku bersemu merah jika mengingatnya. Aku baru selesai memasukkan pakaian yang baru kuambil dari laundri ke dalam lemari, kesibukan perkerjaan membuatku menyerahkan urusan cuci mencuci pada jasa laundri yang terletak tidak jauh dari rumah kostku. Ting. Sebuah pesan kuterima. [Selamat pagi calon istriku.] Dia selalu bisa menbuat sebuah senyum terukir di wajahku. [Selamat pagi calon suamiku.] Balasku cepat. [Cepetan siap-siap aku udah di bawah.] Mataku membulat sempurna membaca pesannya, Mas Aldo memang seperti ini selalu mengejutkan. Aku membuka tirai jendela kamar dan nampak pria tampan bersandar di pintu mobilnya, melambaikan tangan melihat kearahku. [Aku ganti baju dulu.] Pesan

