Bab 10

1492 Kata

Usai menunaikan shalat maghrib aku dan ibu menikmati makan malam, makanan yang aku beli di warung yang terletak tidak jauh dari rumah manjadi pilihan kami, nasi megono yang dibungkus daun pisang beserta tampe mandoan menjadi pilihan kami untuk pengganjal perut. Waktu menjelang senja membuat kami tidak bisa memasak untuk makan malam kami. "Bu, ada yang mau Ibu Rayisa tanyain." Seketika raut wajah ibu berubah, ada mendung yang menggelayut di sana. Sepertinya Ibu tahu apa yanga akan aku tanyakan, dan ada rasa tidak suka di sana. "Rayisa, sebentar lagi kamu ujian, kan, Sayang?" Aku menghela nafas halus mendengar pertanyaan Ibu, aku tahu pertanyaan itu hanya untuk mengalihkan pembicaraan. "Iya, Bu." Jawabku sambil mengangguk kepala. "Kalau begitu kamu harus lebih fokus belajar, mula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN