Masih POV Lina. "Nyonya ... Ini ada surat." salah seorang asisten rumah tanggaku tergopoh menghampiriku yang sedang menyuapi Aldo sambil membawa amplop berwarna putih. "Dari siapa, Mbak?" tanyaku tanpa melihatnya karena sedang memperhatikan putraku. "Cuma ada tulisan untuk Nyonya, enggak ada nama pengirimnya." jawabnya sopan. Aku mengerutkan kening mengulurkan tangan meminta amplop itu, benar saja kubolak-balik tapi tidak tertoreh nama sang pengirim. "Ya udah, saya mau baca ini di kamar. Nih kamu lanjutin suapin Aldo ya." perintahku sambil menyodorkan piring kepadanya. "Sayang ... Mama ke atas dulu, kamu makan sama Mbak ya." pamitku pada putra kecilku yang lalu mengangguk mengerti. . Dengan santai kubuka amplop itu, sampai k****a kalimat pembuka yang membuat jantungku berde

