Bab 41

1185 Kata

Aku baru saja selesai salat maghrib saat mendengar mobil Mas Fahri berhenti di garasi, aku bergegas membuka pintu untuk menyambutnya dan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang datang bersamanya. Ibuku. "Ibuk, kok Ibu enggak bilang mau datang? Kalau bilang 'kan, aku bisa masak makann kesukaan Ibuk dulu." Aku menyambutnya dengan suka cita, kucium tangannya lalu ia mengelus kepalaku. "Mas sengaja mau ngasih kamu kejutan, Sayang," ujar Mas Fahri yang berjalan sambil membawa sebuah tas besar, tas yang sangat kukenal aku tersenyum melihat Mas Fahri membawanya. Itu artinya Ibu sudah setuju untuk tinggal di sini bersama kami. "Iya, Nduk, kata Fahri mau ngasih kamu kejutan. Sama seperti Ibuk, Ibuk juga sangat terkejut." Entah kenapa aku bisa merasakan nada bicara Ibu yang berbeda. Ditambah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN