Bab 40

1220 Kata

 "Hoek ... Hoek ...." Mas Fahri terlihat sedih melihatku yang terus memuntahkan makanan yang kumakan. Ia berdiri di ambang pintu kamar mandi sambil membawa segelas air hangat untuk kuminum, muntahku baru akan selesai jika lambungku sudah kosong. Hanya segelas air hangat yang bisa sedikit meredakan mualku. "Sayang, Mas enggak tega ngeliat kamu seperti ini terus. Kalau bisa Mas mau gantiin kamu hamil." Aku tidak kuasa menahan tawa mendengar omongan konyolnya. "Mas, ini ada-ada aja. Mana bisa seperti itu!" jawabku lalu menaruh gelas yang isinya telah kuteguk habis di wastafel. "Mas enggak berangkat kerja?" tanyaku setelah melirik jam dinding yang sudah menunjukkkan angka sembilan tapi suamiku masih saja di rumah. "Iya, sebentar lagi. Kamu beneran enggak apa-apa, Mas tinggal?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN