Pov Wulan. Pagi masih membuta tapi aku sudah berpeluh karena mendorong sepeda motor menuju bengkel terdekat, aku menertawai diri sendiri. Beberapa meter sebelum rumah Mas Fahri aku sengaja mengempiskan ban sepeda motor demi bisa mencapai tujuanku, kini malah merepotkan diriku sendiri. Mungkin ini memang masih terlalu pagi hingga bengkel yang kutuju belum buka. Aku terpaksa menunggu di pinggir jalan memarkir sepeda motor dan duduk di atasnya menikmati hembusnya angin pagi yang terasa lebih dingin karena hujan yang turun semalaman, sudah tidak ada mendung yang menggelayuti angkasa sepertinya pagi ini akan cerah. Aku duduk membelakangi jalan raya dan menghadap hamparan sawah yang belum juga menguningkan padinya. Sakit masih terasa memenuhi relung jiwa, rasa malu juga menyelimuti kalbu s

