27 Februari 2019
Hari rabu pukul 10.05 wib pagi, tengah berlangsung akad nikah antara Mila dengan Aditya. Mereka memang sepasang kekasih selama 2 tahun lamanya. Karena rasa cinta dan kasih sayang Mila pada Aditya begitu besar, hingga akhirnya Mila memberikan seluruh kehidupan dan dirinya kepada Aditya. Lelaki dengan 185 cm, memiliki wajah yang tampan, hidung tinggi, kulit tidak begitu putih dan memiliki tatapan yang sendu. Selalu menghipnotis kaum hawa yang melihatnya.
Mila menikah dengan Aditya dikarenakan Mila tengah mengandung anak Aditya dan kini memasuki usia kandungan 3 bulan. Awalnya keluarga angkat Mila tidak menyetujui bahkan sangat kaget saat mendengar kondisi Mila yang terbaring lemah di rumah sakit. Mereka hanya mengetahui Mila sakit, tapi mereka tidak tahu jika Mila hampir saja ingin mengakhiri hidupnya karena takdir sudah sering mempermainkan kehidupannya.
Saat keluarga angkat Mila mengetahui jika Mila hamil, Ibu angkat Mila memintanya untuk menggugurkan anak yang dikandung oleh Mila. Tapi, Mila hanya menangis dan bersikukuh tidak akan menggugurkan anaknya. Serusak dan sehancur apapun dirinya, Mila tidak akan menggugurkan anak yang ada didalam perutnya. Sampai akhirnya orang tua angkat Mila menerima dan datang ke Jakarta untuk menikahkan Mila dengan kekasihnya, Aditya Gunawan Suryo.
Aditya telah selesai mengucapkan ijab kabul, itu artinya Camila Rena Putri telah resmi menjadi istri sah nya bukan lagi kekasihnya. Meskipun Aditya sempat menolak untuk bertanggung jawab, tapi H-2 akad nikah justru Aditya lah yang terus memohon dan meminta pada Mila untuk menerima pernikahan ini, karena ia ingin bertanggung jawab sepenuhnya dan berubah jadi lebih baik.
Sebelum mereka melangsungkan akad nikah, Mila sempat menolak untuk menikah dengan Aditya. Tentu saja Mila memiliki alasan yang kuat, karena ia merasa Aditya tidak akan berubah justru akan membuat hatinya sakit dan menderita. Ditambah lagi Mila saat ini tengah hamil muda, sudah pasti tidak ingin terjadi apa apa pada kandungannya jadi Mila menolak untuk menikah.
H-2 akad nikah, orang tua dari Aditya terus berbicara dan membujuk Mila agar mau menerima anaknya bertanggung jawab. Begitu pun kedua orang tua Mila, dengan penuh pertimbangan juga obrolan dari hati ke hati, orang tua angkat Mila berusaha meyakinkan Mila untuk bisa menerima Aditya. Meskipun Mila enggan memberitahu kebenarannya pada orang tuanya, jika Aditya bukanlah laki laki yang sebagaimana mereka pikirkan.
Setelah melalui gejolak batin yang panjang, akhirnya Mila menerima Aditya untuk bertanggung jawab. Dan sekarang status mereka sudah berubah menjadi suami istri yang sah.
Acara akad nikah pun telah selesai dan kedua keluarga saat ini sedang duduk bersama sambil berbicara dan mencoba mendekatkan diri satu sama lain, menjalin silaturahmi sebagai kedua keluarga. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 wib. Kedua orang tua angkat beserta adik adik Mila sudah kelelahan dan mereka pun berpamitan untuk pulang kembali ke hotel tempat mereka menginap. Mila pun ikut serta dengan kedua orang tuanya, meskipun tadinya Mila diminta oleh kedua mertuanya untuk tinggal saja dulu sebentar, namun Mila harus ikut mengantarkan kedua orang tuanya. Begitu pun Aditya yang harus segera ke kampus karena ada Ujian Tengah Semester yang akan mulai 1 jam lagi. Aditya pun mengatakan akan menjemput Mila setelah selesai kuliah, karena mulai detik ini Aditya akan tinggal berdua bersama Mila di rumah kontrakan Mila. Sesuai janji Aditya pada papa Mila setelah ijab kabul
Flashback on
Pak Yuda (papa angkat mila).. Adit, papa sangat percaya kalau adit bisa menjaga Mila dengan baik. pala minta tolong pada Adit, untuk menjaga Mila, menyayanginya, membimbing, menasehati, memberikan cinta dan kasih sayang untuk Mila seperti papa kepadanya selama ini. Mila memang anak yang keras kepala, jika ia sudah menginginkan sesuatu, maka ia akan mengejar hal itu sampai mendapatkannya. Tapi, dibalik sifat keras kepala nya, Mila anak yang periang, ceria, suka menghibur orang, selalu berkorban untuk orang lain, menyusahkan diri sendiri demi orang lain, kalau bisa biar dia menderita dibandingkan orang yang ia kenal juga sayangi menderita. Dia memang terlihat begitu dari luar, tapi dari dalam ia rapuh selalu menyimpan masalah dan sakitnya sendiri. Jadi, papa mohon Adit bisa menerima Mila apa adanya. Dia anak pekerja keras dan mandiri. Dia bisa melakukan apa saja, pekerjaan apapun dapat ia lakukan dengan cepat dan baik, karena Mila senang belajar juga mencoba coba. Semoga rumah tangga kalian bisa langgeng seperti kami orang tua sampai maut memisahkan.
Aditya... iya pah, In syaa Allah adit janji. Adit akan berusaha sebaik adit untuk Mila (lalu mencium tangan ayah mertuanya).
Flashback off
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 wib dan Aditya pun telah tiba dihotel dengan sepeda motornya untuk menjemput Mila agar kembali ke kontrakan. Mila pun keluar dan berpamitan dengan orang tuanya juga adik adiknya, begitu pun Aditya.
Mila.. Kita pulang dulu yah pah, mah, dek dek.. besok in syaa allah kesini lagi (mencium kedua tangan orang tuanya)
Aditya.. iya kita pulang dulu pah, mah, semua (ikut mencium tanga mertuanya).
Assalamu'alaikum (seru Mila dan Aditya bersamaan).. Wa'alaikumussalam (menjawab bersama keluarga Mila).
Perjalanan yang ditempuh untuk kembali ke kontrakan Mila sekitar 1,5 jam ditambah macetnya ibukota Jakarta pada malam hari. Dan akhirnya mereka tiba di kontrakan pukul 20.35 wib. Mila yang merasa kelelahan pun hanya menguap dan berusaha meregangkan otot ototnya saat turun dari motor suaminya (melakukan gerakan stretching)
Aditya.. kenapa Mi? (bertanya pada Mila saat menengok ke belakang setelah memakirkan motornya).
Mila.. pegel Bi (Abi, panggilan sayang Mila pada Aditya semenjak tahu Mila hamil, maka panggilan sayang itu pun berubah).
Aditya.. ya udah masuk duluan, siniin helmnya. Kamu duluan masuk terus istirahat, rebahan dulu. kasihan baby nya capek juga (mengambil helm dari Mila dan menyuruh Mila untum segera masuk).
Mila.. ya udah aku duluan, pengen rebahan Bi (mencari kunci dan mulai masuk lebih dulu ke rumah kontrakan).
Tak lama kemudia Aditya menyusul Istrinya, lalu menaruh semua barang serta tas nya yang ia bawa di lantai diruang tidur.
Aditya.. aku duluan mandi atau kamu? abis itu kita sholat bareng dulu yah. Sholat Isya bareng, aku belum berdo'a dan nyentuh ubun ubun kamu juga.
Mila.. ya udah, aku mandi duluan baru kamu yah. Abis itu aku siapin buat sholat. (mencoba bangun dari ranjang dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri)
Aditya dan Mila pun memulai sholat berjamaah mereka, setelah itu Aditya pun mulai membacakan do'a dan menyentuh ubun ubun istrinya lalu turun ke perut Mila yang mulai membuncit. Karena tubuh sangat kecil dibanding suaminya, maka usia kandungan 3 bulan pun perut Mila sudah terlihat buncit. Aditya pun terus mengusap dan membaca do'a yang di aamiin kan oleh sang istri. Mereka pun akhirnya berpelukan dan saling mengucapkan kalimat terima kasih juga mencintai satu sama lain. Aditya yang selalu gemas dengan Mila semenjak pacaran, memang selalu mencubit pipi Mila atau bahkan lengan Mila hingga membuat Mila kesal akan tindakan Aditya. Tapi untuk malam ini, cukup pipi Mila yang dicubit karena ia sadar istrinya tengah mengandung. Mereka pun selesai dan bersiap siap untuk tidur, karena memang hari ini sangat melelahkan. Esok hari mereka akan memulai perannya sebagai suami istri sesungguhnya.
Sementara dibelahan benua lainnya, tepatnya salah satu kota tersibuk didunia yaitu New York, sepasang suami istri yang masih berpelukan dan bergelung hangat dalam selimut setelah pergulatan panas mereka semalam, mulai merasakan sinar matahari memasuki celah jendela kamar mereka. Yang membuat sang Istri pun menggeliat lalu membuka matanya pelan pelan.
Irene.. uhhhhhhh.. (menggeliat dalam pelukan sang suami, lalu membuka mata dan melihat ke arah jam disamping tempat tidurnya). Sudah jam 6 pagi ternyata. (Irene lalu berusaha bangun secara perlahan agar tidak menganggu tidur suaminya, dan akhirnya turun lalu menuju ke kamar mandi).
Reynald yang menyadari istri cantiknya sudah tak ada dipelukannya pun menggeliat dan membuka mata lalu mencari istrinya dengan mata setengah sadar. Saat tak menemukan Irene, akhirnya Reynald bangun dan hendak ingin beranjak dari kasur namun suara pintu kamar mandi terdengar dan muncullah sosok istri tercintanya.
Irene... Good morning honey (mendekati suaminya dan memberikan morning kiss)
Reynald.. Morning too sweety (membalas kiss sang istri, lalu memeluk istrinya). Hmmmmmm, istriku ini memang yang terbaik didunia. Pagi saja sudah sewangi ini, sudah seperti bidadari yang baru mandi di sungai (menggoda sang istri)
Irene... (melepas pelukan Reynald). iya iya.. tahu kok. Istri dari Reynaldi Abraham Alexander memang yang terbaik (lalu senyum dengan sangat lebar, menampilkan lesung pipi bagian kanan dengan indah). sekarang Tuan Reynald, bangunlah dan bersiap siap. Kau harus ke kantor dan siang nanti kita akan ke Indonesia bukan? Aku dan Dimitri jadi ikut dalam perjalanan bisnis mu honey? (mencium pipi kiri suaminya lalu berdiri menuju ruang ganti baju).
Reynald.. (masih duduk diatas ranjang king size berukuran 2x lebih besar dari ukuran 200x180). Hmmmmm baiklah. aku akan bersiap siap sayang. Iya, hari ini kita akan ke Indonesia untuk melihat kantor cabang disana. Aku sudah lama tidak mengunjungi kantor cabang disana honey. Off course!! aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu juga Dimitri sendirian (bangun dan menuju kamar mandi).
Irene... baiklah honey. Aku akan membangunkan pangeran kecil kita dulu, setelah menyiapkan sarapan untuk kalian (jawab irene sedikit kencang agar suaminua mendengar dari dalam kamar mandi).
Irene melangkah turun ke lantai 1 mansionnya menuju ke kamar anaknya, yah anak tunggal satu satunya pewaris Alexander Group, Dimitri Xavier Alexander. Laki laki berusia 6 tahun, memiliki wajah yang sangat tampan karena perpaduan kedua orang tuanya, juga memiliki tinggi yang sempurna meskipun baru berumur 6 tahun. Tentu saja genetika itu turunan dari kedua orang tuanya. Selain memiliki otak yang cerdas, Dimitri tergolong anak yang cuek dan dingin, seperti daddy nya saat masih muda dulu.
Irene... (membuka pintu kamar Dimi dan berjalan perlahan ke ranjang anaknya mencoba untuk membangunkan anaknya). Hai, pangeran kecil mommy. Sudah pagi sayang, kamu harus bangun. Harus bersiap siap ke sekolah dulu (Mencium pipi, kening hingga tangan anaknya)
Dimitri.. uhhhhhhh mommy. Stop it! don't it again mom (berusaha menjauhkan wajahnya dari sang ibu yang terus menciumnya agar bangun). Aku sudah bukan anak kecil berusia 1 tahun mom, berhentilah seperti itu. Aku bangun sekarang.
Irene.. (mengacak rambut anaknya) okay, Sorry. Mommy hanya membangunkan pangeran kecil mom saja, dan ternyata memang pangeran mom sudah bukan anak kecil yah sekarang (sambil terkekeh dan membuka tirai jendela kamar sang anak). Mommy tunggu dibawah untuk sarapan bersama daddy yah.
Dimitri.. okay my beautiful mommy. Thank you (memberikan gerakan ciuman jauh untuk sang mommy).
Sudah 30 menit berlalu dan akhirnya Dimitri pun keluar dari kamarnya sudah mengenakan baju seragam untuk pergi ke sekolah. Bersamaan dengan Dimitri, daddy nya Reynald pun sudah tiba di ruang makan bersiap untuk breakfast (sarapan pagi).
Reynald.. Hai son. kau sudah siap? (menyapa anaknya dan langsung mencubit pipi anaknya).
Dimitri.. Dad.. I don't like it (menatap daddy nya dengan penuh kesal).
Reynald dan Irene pun tertawa melihat ekspresi anaknya yang sangat tidak suka jika pipinya di cubit atau rambutnya di acak acak.
Irene.. aku sudah menyiapkan segala perlengkapan kita untuk berangkat siang nanti ke Indonesia. Apa nanti siang aku ke kantormu dulu atau bagaimana honey? (sambil menuang s**u digelas Dimitri)
Reynald.. tidak perlu honey. Kamu jemput Dimi saja dan langsung ke landasan. Kita akan bertemu disana. Aku harus selesaikan meeting dulu sebelum kita berangkat. Lagipula Richard dan Sarah pun akan ikut bersama kita. Teman Sarah ada yang mengundang mereka untuk acara amal di Indonesia, jadi Richard mengatakan padaku untuk pergi bersama saja (sambil menyesap kopinya)
Irene.. benarkah? jadi aku tidak akan sendirian kan? wah... menyenangkan sekali kalau Sarah ikut (tersenyum penuh gembira). Baiklah Dimi. Nanti siang mommy akan menjemputmu dan kita akan langsung berangkat. Mommy sudah mengurusi izin disekolah mu (lalu duduk disebelah suaminya dan memulai untuk sarapan pagi)
Dimitri.. okay mom, terserah mommy dan daddy saja. Aku akan membawa baju ganti ku dan menggantinya di jet saja. Dad, you don't forget ah? (menatap ayahnya agar tak lupa setiap kali dia harus ikut perjalanan bisnis daddy nya).
Reynald.. tenang saja son. Daddy tidak lupa. Thomas dan Magda sudah menyiapkan game juga buku yang terbaru untukmu di jet nanti agar kau tidak merasa bosan. Daddy sudah meminta untuk menambahkan snack kesukaanmu. apa ada lagi yang kau inginkan? daddy akan menyuruh Thomas untuk menyiapkannya (menjawab anaknya dengan senang).
Dimitri.. tidak ada lagi dad. Aku rasa itu sudah cukup untuk menemaniku (memberikan kode mata pada daddy nya sebagai tanda aman).
Kemudian, Reynald dan Dimitri pun beranjak untuk melakukan aktifitas mereka sampai siang nanti sebelum berangkat. Tak lupa mereka memberikan ciuman di pipi perempuan yang mereka cintai, hingga membuat Irene sangat bahagia.
Reynald.. Bye honey. Baik baik dirumah, siang nanti kita berangkat yah. Kalau ada apa apa hubungi aku langsung yah (berjalan ke arah mobil sambil melambai pada istrinya).
Irene.. iya tenanglah. Tolong antarkan Dimitri dulu, baru kau kekantor honey (memberikan ciuman jauh untuk suami dan anaknya, lalu melambaikan tangannya dan dibalas oleh sang anak).