Bandara Soekarno Hatta Cengkareng
Pramugari.. Tuan Alexander, kita sudah tiba di Indonesia. Dibawah sudah ada mobil yang menjemput Tuan beserta keluarga (pramugari menyampaikan kepada Reynald dan Richard).
Reynald.. Baiklah. Kami akan turun (membalas ucapan kepala Pramugari tersebut dengan senyuman dan menutup macbooknya).
Richard.. Honey, ayo kita turun. Sini biar aku yang menggendong Dimi. Sepertinya Dimi masih jetlag (mengambil Dimitri yang memang selalu manja ketika bertemu dengan Tante cantiknya, Sarah Angelina).
Sarah.. baiklah. sepertinya dia memang jetlag dan bahkan makin bertumbuh besar, aku kadang sudah tidak kuat untuk menggendongnya sayang (sambil tersenyum lalu mengecup puncak kepala Dimitri).
Richard adalah adik Reynaldi (adik kandung) dari anak pertama kakek Maxim. Usia mereka hanya terpaut 1 tahun. Richard juga pengusaha muda yang sama suksesnya seperti sang kakak dan juga terkenal diberbagai belahan benua. Sedangkan Sarah Angelina adalah istri Richard, terlahir dari keluarga yang sederhana menjadikan Sarah sangat kuat dengan tekadnya untuk menjadi seorang Editor Majalah. Dan akhirnya Sarah pun mewujudkan impiannya menjadi seorang Editor majalah H yang sangat terkenal di amerika juga eropa. Setelah pertemuan pertama mereka di kantor Reynaldi, Richard langsung jatuh cinta dan mengejar Sarah hingga akhirnya mereka menikah. Meskipun belum memiliki anak, tetapi mereka berdua sangat menikmati hari harinya karena Dimitri sering bersama mereka).
Mereka pun turun dari pesawat dan memang sudah ada sejumlah bodyguard juga Asisten pribadi serta sekretaris pribadi dari Reynald maupun Richard yang menunggu dibawah.
Thomas.. Selamat datang Tuan. Silahkan Tuan, kita akan beristirahat dulu sebelum mengurusi pekerjaan. (Thomas mempersilahkan Reynaldi dan Richard untuk masuk ke mobil masing masing yang sudah disiapkan).
Irene.. Richard, biarkan saja Reynald yang akan menggendong Dimi. Kalian juga butuh istirahat (berbicara pada Richard yang ada disebelah suaminya sebelum menaiki mobil)
Richard.. Tidak apa apa kak, tenang saja. Dimi juga akan aman bersama kami, lagipula kita juga akan tiba di tujuan yang sama hanya berbeda mobil saja. Jadi tidak perlu khawatir kak (ucap Richard pada Irene)
Sarah... benar kak, biarkan aku bersama pangeran kecil ini dulu yah, kalian bisa berduaan sementara perjalanan nanti menuju apartemen kita (menimpali sambil tersenyum pada kakak iparnya)
Irene.. Honey, bagaimana? (Irene lalu menggenggam tangan suaminya)
Reynald.. Sudah tidak apa apa. Lagipula Dimi juga sepertinya merindukan Tante cantiknya, karena sudah berapa bulan tidak bertemu. Kita berduaan saja, okey?
Irene.. (menghela napas) hmmm.. baiklah kalau begitu. Tolong jaga hartaku yang paling berharga ya Sar, dia cuma satu didunia ini (memohon pada Sarah untuk menjaga anaknya).
Sarah.. Baiklah kak. Akan kulakukan dengan nyawaku (memberikan kode mata pada kakak iparnya).
Mereka pun lalu menaiki mobil masing - masing menuju apartemen yang dimiliki oleh keluarganya. Jika hanya beberapa orang saja yang datang ke Indonesia, mereka tidak akan pergi ke rumah besar milik kakeknya karena terasa sunyi, jadi siapapun yang berkunjung ke Indonesia akan memilih untuk tinggal di apartemen masing masing.
Sementara itu disebuah rumah kontrakan kecil, Mila sedang memasak sebelum akhirnya ia harus berangkat kerja. Jarak rumah kontrakannya dengan kantor tidak begitu jauh, jadi Mila bisa melakukan tugas lain sebelum bekerja. Karena Mila tahu, kalau suaminya kadang tidak ada kelas kuliah jadi bisa pulang lebih dulu untuk Istirahat dan makan siang lalu pergi lagi entah kemana.
Mila mengambil hp nya dan mengirim pesan melalui w******p kepada suaminya..
To : Abiiku (nama kontak di hp Mila untuk suaminya)
Bii.. kalo pulang, udah ada makanan yah. Sayur asam kesukaan kamu sama ikan goreng. Aku mau pergi kerja, nanti kalo pulang kerja jemput bisa bii? (send)
2 menit kemudian dibalas oleh Aditya
To : My Love (nama kontak Mila di hp suaminya)
Ya udah... nanti aku kabarin lagi bisa jemput apa gak yah mii. Mau main futsal soalnya sore, hehehe
Mila membalas lagi pesan suaminya
iya udah.. kabarin aja bii
(membuang nafas karena sedikit kecewa pada suaminya. Memang Aditya jarang sekali mengantar atau menjemput Mila, jadi Mila sudah terbiasa sendiri. Mila selalu berpikir kalau dirinya bisa melakukan sendiri meskipun sedang hamil 4 bulan dan perut sudah membuncit terlihat besar. Alhamdulillah, perkembangan bayi Mila sehat sekali karena orang tua angkat Mila juga beberapa saudara angkat Mila memang seorang dokter dan tenaga medis, jadi Mila sering berkonsultasi atau bahkan memeriksakan kandungannya sendiri tanpa Aditya).
Mila lalu bersiap siap untuk pergi kerja dan akan naik angkutan umum didepan kompleks sana. Sebelum itu Mila mampir dulu di minimarket kecil didepan komplek perumahan itu untuk membeli s**u coklat dan beberapa roti. Dalam seminggu ini Mila akan selalu membawa itu ke kantor, karna Mila sering kelaparan jadi untuk pengganjal perutnya nanti. Setibanya di minimarket, Mila tidak sengaja berbenturan dengan seorang lelaki..
Mila... Regal apa biskuit ini yah? bingung deh (sambil menimbang nimbang karena bingung mau biskuit yang mana setelah mengambil roti keju coklat disebelahnya. Lalu mila memilih biskuit s**u saja, karena sudah ada roti yang dua rasa juga s**u coklat. Setelah mengambil itu, Mila lalu menuju kasir tapi malah menabrak seseorang)
Mila.. (bugh) Aduh... Ya Allah, sakit juga ini jidat (mengusap jidatnya yang terbentur, lalu mengangkat wajahnya dan melihat lelaki itu). Maaf yah Pak nggak sengaja, nggak lihat soalnya. Maaf yah Pak (meminta maaf karena merasa tidak enak, sementara lelaki itu)
Dev.. oh iya tidak apa apa nona. Lain kali pelan pelan saja kalau jalan. Saya tidak apa apa. Anda baik baik saja kan? (Dev kemudian menanyakan kondisi Mila, karena Dev tidak tahu jika Mila sedang hamil. Itu tertutupi karena hijab yang dipakai Mila menutupi bagian depan).
Mila.. iyaa nggak apa apa Pak. Maaf yah sekali lagi (menunduk dan meminta maaf). (Lalu Mila melihat jika wajah lelaki itu sedikit pucat juga berkeringat, jadi Mila berpikir mungkin lelaki ini sedang sakit dan ingin membeli obat disini). Maaf, bapak sakit yah? mukanya kayak pucat (Mila mencoba bertanya, namun tiba tiba datang seorang lelaki juga perempuan menghampiri mereka dengan pakaian rapi seperti orang kantoran dan orang penting)
Adam (Asisten Pribadi Dev).. (menghampiri boss nya ketika masuk ke dalam minimarket). Tuan, anda tidak apa apa? Kita ke dokter saja Tuan, rumah sakitnya tidak jauh dari sini (sambil memegang bahu bossnya).
Lena (Sekretaris Pribadi Dev).. (menimpali Adam) benar tuan kita ke rumah sakit saja agar sakit tuan bisa segera ditangani.
Mila yang ada dihadapan mereka pun bingung, lalu mencoba menanyakan
Mila.. Maaf pak, bu.. Bapak ini sakit yah? (sambil menunjuk ke arah dev lalu diberi anggukan secara bersamaan oleh Adam dan Lena). Kalau boleh tahu sakitnya apa yah? biar saya bantu lihatkan obatnya dan lain lain.
Adam.. (lalu bertanya pada Mila).. Anda seorang dokter nona? (Lalu Mila menggelengkan kepalanya sambil menjawab)
Mila.. saya bukan dokter pak, tapi kebetulan orang tua dan keluarga saya dokter jadi saya paham dan tahu. Bisa bawa Bapaknya ke depan? duduk didepan itu saja nanti saya bawakan obatnya dan lain lain. (meminta bawahannya membawa Dev keluar untuk duduk dulu sambil Mila melihat obat dan membayar semuanya). Bapaknya sakit apa pak? (sebelum mereka keluar Mila bertanya dulu).
Lena.. Tuan kami sakit asam lambung kronis nona (menjawab pertanyaan Mila lalu bersama Adam membawa Dev keluar)
Mila lalu mengambil obat dan membayar semua belanjaannya ke kasir setelah itu keluar dan menghampiri mereka bertiga didepan Minimarket.
Mila.. (menyodorkan obat dan mineral water dingin). Ini Pak minum dulu, biar enakan. (lalu tanpa sadar Dev menatap Mila, dan Adam pun dengan cepat mendorong tangan Mila lalu mengambil bungkusan obat yang dipegang Mila)
Adam.. Maaf nona, Tuan kami sepertinya tidak yakin atau risih, jadi biar kami saja yang mengurusnya dan obat itu biar Nona buang saja. Saya akan membuka yang baru. (menjawab Mila yang sedang bingung)
Mila.. sebelum saya membuka obat dan mineral waternya, saya sudah membersihkan tangan dengan handsanitizer karena saya tahu betul apa yang saya pegang sebelumnya. Jadi bapak juga ibu nggak usah khawatir. Saya juga nggak mau meracuni kok hanya mau membantu saja (Mila menyampaikan dengan lembut karena memang hanya ingin membantu saja). Kalau obatnya nggak diambil terus diminum, bakal banyak virus nanti terbuka gini. Tapi kalau memang nggak percaya ya sudah, saya buang obatnya. Bapak sama ibu bisa lanjutkan mengurus Boss nya ini (Mila akan membuang obat namun tangannya ditahan oleh Dev)..
Dev.. (menahan tangan Mila dan membuat Mila kaget lalu menatap Dev). Jangan dibuang, sini biar saya minum saja (Dev pun mengambil obat itu di tangan Mila juga mineral water lalu meminum obat itu hingga tandas). Makasih ya, maaf merepotkan anda Nona (ucap Dev pada Mila dan Mila pun tersenyum saja. Tapi kejadian ini membuat Adam juga Lena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Boss mereka seperti tampak lain).
Mila.. ya sudah, tunggu 10 menit baru bapak minum s**u dingin ini yah. Biar asam lambungnya turun sedikit, kalo sudah tolong rotinya dimakan yah biar cuma dua potong. (Mila memberitahukan pada Dev, yang juga di dengar oleh Adam dan Lena. Lalu Mila pamit untuk pergi kerja karena sudah terlambat). Saya permisi yah, semoga segera sehat pak. Maaf sebelumnya tadi nggak sengaja nabrak bapak (Pamit lalu tersenyum sebentar dan akan pergi, namun lagi lagi tangannya ditahan oleh Dev).
Dev.. (menahan tangan Mila). Maaf nona, saya belum tahu nama anda siapa? dan saya harus mengganti biaya obat juga beberapa barang yang anda belikan untuk saya. Lena tolong berikan uang pada nona ini (melepas tangan Mila, lalu berkata pada Lena. Mila yang mendengar itu pun langsung memotong)
Mila.. ah nggak perlu. Ini juga saya niat nya bantu, terus minta maaf juga udah nabrak. Nggak apa apa kok pak, beneran deh. Oh iya nama saya Mila, salam kenal. saya udah terlambat kerja, jadi tolong nggak usah diganti (Mila menjawab dengan buru buru karena sudah terlambat untuk kerja, lalu Mila mengusap perutnya dan hal itu terlihat oleh Dev, Adam juga Lena. Sontak saja Dev kaget karena ternyata ia tengah hamil. Tapi Dev tidak melihat cincin nikah dijari Mila sedari tadi, lalu Dev tersadarkan saat Mila benar benar melangkahkan kakinya). Saya permisi yah, makasih banyak. Maaf sekali lagi (Mila berjalan kedepan untuk menunggu angkutan umum, tapi Mila justru melihat hal yang menyakitkan. Suaminya ternyata boncengan sama cewek lain dengan mesra sambil pelukan, tapi mereka tidak menyadari kalau Mila melihat dari seberang jalan. Mila pikir suaminya pergi kerja, ternyata ia bolos kerja. Dan tanpa sadar juga, Mila mundur 2 langkah dan itu menjadi perhatian Dev).
Dev.. (bingung) kenapa dia? kok berhenti tiba tiba. Terus kayak patung begitu, kantongan belanja juga jatuh dia tidak sadar. kenapa dia? ada apa? - Batin Dev
Ternyata saat kantongan jatuh dari tangan Mila, Mila tidak menyadarinya. Lalu 1 menit kemudian Mila tersadar lalu mengambil kantongan tersebut, sambil mengusap air mata yang jatuh begitu saja. Mila tidak sadar kalau dirinya menangis setelah melihat itu dan tentu saja semua itu dilihat oleh Dev juga bawahannya. Angkutan umum yang berhenti didepan Mila pun di abaikan begitu saja, Mila lalu berdiri setelah membereskan kantongnya dan memegang pinggangnya lalu berjalan cepat masuk ke dalam area perumahan. Yah, Mila mengurungkan niat nya untuk pergi kerja. Di satu sisi Mila sudah terlambat dan disisi lain Mila tidak bisa menahan emosinya, daripada menganggu pekerjaannya sebaiknya Mila pulang ke kontrakan, kasihan bayi dalam perut Mila nanti).
Dev... Kenapa dia menangis? dia melihat apa memangnya? kasihan sekali dia. Dari luar kayaknya dia kuat sekali. Kalau dilihat lihat, dia tidak begitu cantik. Postur tubuhnya juga kecil dan pendek, ditambah perut buncit itu makin terlihat lucu dan imut. Tapi kenapa setiap dia senyum, terlihat begitu manis. Astaga... Devano. Apa yang kau pikirkan, kau baru bertemu dengannya 3 menit lalu dan sekarang kau memikirkan yang tidak tidak. Tapi melihat dia menangis seperti itu, siapapun akan iba dan ikut sedih. Sepertinya aku harus mencari tahu soal dia dan mungkin saja rumahnya disekitar sini. Setidaknya aku harus berterima kasih padanya sudah membantuku - Batin Dev
Lalu Dev berbicara pada Adam dan Lena..
Dev.. Ayo kita berangkat lagi, kita harus menghadiri rapat itu. Masih ada beberapa jam kan sebelum di mulai rapatnya? (Dev mulai berdiri, namun Adam menahannya)
Adam.. Tuan.. apa anda yakin sudah baik baik saja? Saya bisa mengatur jadwal lagi untuk rapat selanjutnya Tuan, kesehatan anda sangat penting. Saya khawatir Kakek anda juga orang tua serta kakak anda akan memarahi kami karena tidak menjaga anda dengan baik (Adam membantu Dev berdiri dan menyampaikan pendapatnya).
Dev.. tenang saja. Saya baik baik saja. Tidak perlu khawatir dan tidak perlu sampaikan pada kakek, orang tuaku juga kakakku. Ini bukan pertama kalinya aku ke Indonesia dan bukan pertama kalinya lambungku bermasalah jadi tidak perlu khawatir. Lagipula perempuan tadi sudah membantuki dan sepertinya berhasil. Aku hanya tinggal memakan roti ini saja beberapa sepanjang perjalanan nanti (Dev menjawab Adam sambil tersenyum sambil menepuk bahu Adam. Dan Adam pun hanya menuruti saja apa perkataan boss nya).
Mereka lalu kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya menuju cabang perusahaan Dev yang ada di Indonesia, sebab akan ada rapat penting bersama semua karyawan dan direksi.
Sepanjang perjalanan, Dev terus saja mengingat senyuman serta tangisan Mila. Dia kadang tersenyum lalu berubah ekspresinya, karena melihat Mila menangis. Lalu tanpa sengaja meremas bungkusan roti yang menyadarkan Dev, lalu mengingat perkataan Mila tadi. (tolong dimakan yah roti nya walaupun hanya dua potong saja). Dev lalu membuka bungkusan roti itu dan memakannya. Tentu saja ini menjadi perhatian Adam dan Lena yang heran melihat perubahan Boss nya setelah bertemu perempuan tadi. Dulu saat bersama mantan tunangan, Boss nya selalu saja menuruti perkataan mantan tunangannya itu, tapi jika mantan tunangannya yang berbicara boss nya jarang mengikuti ucapannya. Karena jarang di perhatikan juga, hanya bisa belanja dan travelling saja yang ia minta pada boss nya).
Dev juga baru tiba di Indonesia, setelah melakukan perjalanan bisnis ke Dubai. Dev sesuai jadwalnya lalu ke Indonesia karena akan mengadakan rapat penting di salah satu perusahaannya. Dev juga menggunakan jet pribadi dan tentu saja jet pribadi miliknya diparkir bersamaan dengan jet pribadi milik Reynald, bahkan jarak kedatangan keduanya hanya berbeda 30 menit.