Semenjak kembali dari minimarket dan mengabari atasannya bahwa ia tidak bisa masuk kantor karena sedang tidak enak badan, Mila terus saja menangis sambil mengusap perutnya. Belum mengganti pakaiannya, Mila menangis dan mencoba menghubungi hp suaminya.
Panggilan w******p ke Abiiku...
Berdering... di reject
Berdering... di reject
Memanggil...
Mila lalu mencoba menghubungi dengan panggilan biasa, namun nomor suaminya tidak dapat dihubungi. Mila pun terus saja menangis, mengingat ternyata sang suami belum juga berubah. Masih saja berselingkuh diluar dan tidur bersama perempuan yang baru dikenalnya.
Mila.. Astagfirullahulladzim.. Sabar Mil.. Sabar (sambil mengelus dadanya). Sabar Mil, inget lagi hamil kasihan bayinya (lalu mengusap perutnya dan berbicara dengan sang bayi). Adek..... sehat sehat yah didalam, kalau ade lapar, sedih, senang, ngambek, apapun itu kasih tanda saja yah. Ummi pasti ngerti. Semoga adek kalau sudah lahir nanti tidak seperti Abi yah, harus menghargai perempuan dek, harus sayang dan cinta juga jadi laki laki setia dan jujur yah. Bisa bertanggung jawab, mandiri serta paling penting jangan menyakiti hati orang. Belajarlah sabar dan menahan emosi, ego, sakit hati. Umii sayang dan cinta bangettt sama adek yah (seketika itu bayi didalam perut Mila pun seperti bergerak, seakan paham yang diucapkan sang ibu dan membuat Mila senang. Mila pun akhirnya bangkit dan membereskan pakaian kotor, lebih baik menyetrika biar pekerjaan rumah selesai baru siapkan materi yang harus dikirim ke teman kerjanya untuk menggantinya mengajar kursus nanti).
Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 wib dan Mila baru sadar kalau sudah sore. Mila lupa kalau ia belum makan nasi juga meminum vitaminnya. Sebenarnya Mila tidak merasa lapar karena sakit hatinya lebih pedih, tapi ia memiliki bayi didalam perutnya yang harus diberi nutrisi jadi ia bangkit untuk makan dan minum vitamin hamilnya. Setelah itu ia mencoba menghubungi kembali suaminya, namun nihil. Nomornya masih saja tidak aktif, lagi lagi Mila sedih dan menangis. Tapi Mila tetap mencoba untuk sabar dan menerima, nanti ia akan bertanya pada suaminya saat pulang dengan baik baik.
Rapat besar yang diadakan Dev dengan seluruh Karyawan di gedung ballroom kantor telah selesai 1,5 jam lalu. Dan sekarang Rapat terbatas para pimpinan akan segera berakhir. Dev lalu mengecek hpnya menunggu balasan dari Richard juga Max tentang Data Diri Mila yang ia minta pada mereka untuk cari dan selidiki sedetail mungkin jangan sampai terlewatkan.
Adam lalu menepuk bahu Dev untuk menyadarkannya dari lamunan bahwa Rapat Terbatas harus di tutup, sontak saja Dev kaget dan mulai berbicara..
Dev.. Oh maaf (kaget dan mulai mengatur ekspresi juga nafasnya). Baiklah apa semua sudah menyampaikan laporannya? (bertanya pada seluruh jajaran direksi dan pimpinan)
Sudah Tuan... (semua menjawab bersama)
Dev.. Baiklah kalau begitu, saya akhiri Rapat Terbatas ini. Saya menunggu hasil Laporan kalian dari Rapat ini besok siang. Untuk malam ini, saya sudah mengatur acara makan malam yang ditujukan kepada seluruh karyawan dan staff diperusahaan saya yang berada di Indonesia. Malam nanti pukul 8, kalian semua diundang ke Hotel Grand Mahesa untuk makan malam (menyampaikan secara tenang kepada semua jajaran direksi dan pimpinan). Terima kasih atas kerja keras kalian (Dev lalu berdiri dan keluar ruangan. Namun tiba tiba saja hpnya berdering ada panggilan masuk dari Richard Abraham Alexander)
Kak Richard Alexander calling
Dev.. ada apa kak richard menghubungiku - Batin (lalu Dev mengangkat hpnya menjawab panggilan tersebut).
Dev.. Hai kak.. ada apa? tidak biasanya kau menghubungiku (sambil tersenyum menjawab panggilan itu)
Richard.. Hai Dev. Apa aku menganggumu? (bertanya pada Dev). Aku ingin bertanya tentang acara Amal nanti malam. Istriku terus saja menanyakannya, kau tahu sendiri bukan dia juga ikut melelang untuk Abraham Foundation milikmu
Dev.. oh ya? kenapa aku lupa (tertawa sedikit besar karena lupa akan acara lelang amal nanti malam). Apa sekretarisku sudah menyampaikan semuanya pada kak Richard dan kak Sarah? (bertanya kembali)
Richard.. Sudah. Lena sudah menjelaskan detailnya, tapi kau tahu kan bagaimana Istriku. Daripada aku mendengarnya terus berbicara lebih baik aku bertanya padamu dan dia mendengarnya sendiri (kekehan pelan tanda tidak enak pada Dev).
Dev.. ah iya. tak apa apa kak.. Detailnya seperti ini (menjelaskan detail acara lelang amal nanti malam sambil berjalan menuju ruangan kebesarannya dan masuk lalu duduk diruangan CEO miliknya). Bagaimana apa kakak sudah jelas?
Richard.. iya baiklah. sangat jelas Dev. Terima kasih banyak ya. Andaikan saja adikku sudah ditemukan, akan ku jodohkan denganmu (sambil tertawa namun ada raut kesedihan diwajah Richard mengingat adik perempuannya).
Dev.. ah.. tidak apa apa kak. aku senang kalian bisa datang apalagi rame bersama Kak Reynald. Hahahahaha, kau bisa saja kak. Apa kau yakin aku akan menyukai adikmu? bercandamu tidak menyenangkan kak (sambil memutar kursi sana sini)
Richard.. Hei... apa kau pikir adikku tidak cantik dan seperti malaikat? bahkan aku rasa kalian berdua adalah jodoh yang tertunda, tapi kalau kau tidak menyukai adikku juga tak apa (meledek Dev). Kami juga akan sangat ketat kalau dia dekat dengan laki-laki sekalipun itu dirimu adik dari sahabat kakek dan kerabat dekat keluargaku (lalu tertawa). Tapi aku hanya berharap, semoga kami cepat menemukannya. Dan aku berharap dia baik baik saja (ekspresi sendu)
Dev.. Heii kak.. Kenapa kau terdengar sedih seperti itu? yakinlah Tuhan pasti akan mempertemukan kalian kembali. Dan mungkin saja apa yang kau katakan benar, bisa saja aku berjodoh dengan adikmu, jadi kuatlah hingga adikmu ditemukan. Aku rasa adikmu juga tidak ingin kalau memiliki kakak lemah seperti ini (mencoba menghibur Richard dari sambungan telepon).
Richard.. yah baiklah, kau benar. Kalau begitu terima kasih Dev, sampai bertemu nanti malam. Oh iya, aku hanya menyampaikan informasi dari Sarah kalau nanti malam mantan tunanganmu, si model cantik papan atas Stella Haryo Aurelis yang tercinta akan datang. Sarah melihat informasinya dari sosial media sahabat Stella, mereka baru saja tiba di Indonesia sore ini
Dev... huh!!! kenapa dia juga harus datang? aku lupa untuk memblack listnya dari daftarku (mendengus tidak suka mendengar informasi itu). Baiklah kak, terima kasih informasinya. Sampaikan salamku dan rasa terima kasihku pada Kak Sarah, aku akan memberikan hadiah padanya atas informasinya (sambil senyum).
Richard.. baiklah akan ku sampaikan. Kau tidak perlu repot repot untuk memberi hadiah pada istriku, dia sudah menganggapmu seperti adiknya sendiri. Sebaiknya kau beri hadiah pada Dimitri, karena pangeran kecil itu juga ikut bersama kami nanti malam.
Dev.. Wah?? apa benar kak? baiklah. aku akan menyiapkan hadiah untuknya. Terima kasih kak. aku tutup dulu yah (ekspresi senang karena akan bertemu anak dari sahabat kakak juga kakeknya).
Richard.. Baiklah. See you soon tonight kak (lalu menutup telpon)
Sementara itu dirumah kontrakan
Mila menerima telepon dari teman semasa kuliah S2 nya dulu
Prisca.. Halo Mil, Assalamu'alaikum
Mila.. Iyaa pris, Wa'alaikumussalam
Prisca.. Mil... sibuk nggak bentar malam? (menanyakan Mila)
Mila.. nggak sih, kenapa emang?
Prisca.. gue mau minta ditemenin ke acaea lelang, eh acara amal maksud gue. Males kalo pergi sendiri gitu, terus nyokap gue ikut kan. Gue nemenin nyokap gue, terus gue minta lo ikut biar gue ada temen, HAHAHAHA (tertawa besar karena akward sendiri)
Mila.. Bentar malam yah? jam berapa emang? gue nggak enak loh pris apalagi ada nyokap lo. Gue bingung juga pake baju apaan, lo mending nggak berhijab lah gue kan bingung (sambil berdecak pinggang karena bingung)
Prisca.. pake dress panjang atau gamis dresa atau baju formal casual aja sih. Lo cantik kok kalo pake gituan. Tenang aja nyokap gue juga mau lo ikut kok. Jadi gue jemput apa lo ke rumah gue?
Mila.. hmmmmmm gitu yah. Ya udah gue izin dulu yah sama lakik gue, biar dia tahu. Gue kerumah lo aja biar lo yang make up in gue (jawab Mila)
Prisca.. beneran???? asikkkkkkkk. okay deh bumil gue mau mau aja. Bumil kalo di dandanin bakal cakep kali yah? (kegirangan karena Mila mau ikut sambil meledek)
Mila.. yeeeee, dasar lo! ya udah gue siap siap yah. Terus langsung otw ke rumah lo. Gue nggak mau nunggu lo mandi yah, gue sampe sana lo udah beres mandi dan siap siap (ancam Mila pada temannya)
Prisca.. iyeeeeeee bawel amat sih! ya udah gue tunggu. Take care yah beb
Mila.. ya udah, byeeeeee! (kemudian menutup telepon). Harus siap siap dong sekarang.. huh,, si anak model itu suka banget sih tiba tiba (Mila lalu berjalan untum mandi dan siap siap tapi sebelum masuk mandi, Mila mengirim pesan ke suaminya).
Whatsapp
To : Abiiku
Bii... aku mau ke acara yah sama teman. Ini lagi mau siap siap terus ke rumah dia. Nanti bareng kesananya. Pulangnya juga diantar kok. Teman S2 aku dulu.. (chat pertama)
Makanan masih ada yah, udah aku panasin lagi bii. kamu sisa makan kalo mau dimakan (chat kedua)
Kalo kamu capek terus mau tidur, kunci pintu dilepas yah. aku bawa kunci juga biar nggak bangunin kamu (chat ketiga)
Dan semua chat yang dikirim hanya ceklis satu. Mila lalu menarik nafas pelan karena merasa sakit hati tapi tidak bisa menangis.
Mila.. Sabar.. Sabar.. positif thinking aja semoga dia lagi sama teman temannya, terus baik baik saja - batin
Tak lama kemudian, Mila sudah siap siap lalu berjalan keluar rumah kontrakannya akan pergi karena taxi online yang dipesan sudah datang. Berselang 1 jam, Mila tiba di rumah temannya daerah Jakarta timur. Mila lalu masuk dan menyapa orang rumah temannya, kemudian ditarik masuk ke kamar Prisca untuk di dandani. Setelah selesai, Mila pun merasa senang karena terlihat cantik saja menurutnya.
Setelah mencatutkan diri didepan cermin, Prisca pun sudah selesai dan mereka bersiap untuk berangkat. Prisca dan Ibunya terlihat sangat elegan juga cantik, sedangkan Mila merasa hanya terlihat biasa saja. Tapi Prisca tidak berhenti berbicara kalau Mila sangat manis karena aura kehamilannya juga terpancar dan kelihatan sangat lucu. Mereka pun lalu berangkat menuju ke Hotel Grand Mahesa yang terletak di Jakarta Pusat, tengah kota.
Perjalanan yang ditempuh sekitar 1,5 jam karena tentu saja macet jam pulang kerja, membuat Mila terasa lelah untuk duduk begitu pun kaki Mila terasa pegal karena menggunakan heels tebal berukuran 7 cm. Namun karena hamil, Mila lebih sering kecapean. Dengan mengendarai mobil Civic warna hitam, mereka tiba di tempat yang dituju. Lalu keluar setelah pintu dibuka oleh petugas parkir.
Mila.. Pris, acaranya disini? kok gue deg deg an yah. Terus ngerasa rakyat jelata bangettt (bingung dan tidak percaya diri melanda Mila)
Prisca.. Iya disini Mil. Ah elah, apaan sih!!! males deh dengernya.. Lo aja rakyat jelata apalagi gue? ngelawak lo yah. udah yuk masuk (menarik tangan Mila untuk berjalan bersama masuk)
Tanpa Mila sadari, ternyata dibelakang mobil mereka ada sebuah mobil Roll Royce yang mengantri untuk turun juga. Dan didalam mobil itu, ada Dev juga Adam serta Lena yang akan turun ikut. Dibelakang mobil Dev, ada mobil Mercedez Benz terbaru. Mereka adalah Cindy dan Max, (Asisten Pribadi dan Sekretaris Pribadi kedua Dev) serta Tanya juga Richard (Bodyguard Dev).
Mila bahkan tidak menengok kebelakang jadi Mila tidak tahu kalau ada lelaki yang dia tolong pagi tadi.
Mobil Dev berhenti dan Dev pun turun setelah Adam membukakan pintunya. Begitu pun dengan Lena, Cindy, Max, Tanya juga Richard. Dev sedari tadi seperti mengenal perempuan yang memakai dress hitam panjang yang baru saja turun dari mobil dan berlalu begitu saja. Dev merasa pernah melihatnya tapi dimana. Lalu Dev mengenyahkan saja pikiran itu dan berjalan masuk ke hotel miliknya untuk tiba ke dalam Ballroom.
Ternyata didalam Ballroom sudah ada Reynald, Irene, Dimitri, Richard juga Sarah yang baru saja duduk. Yah, mereka tiba lebih dulu dibandingkan Dev.
Reynald.. Honey, kita duduk disini. Sepertinya sudah ada nama keluarga kita. Dan sudah ada 5 kursi juga (mengatakan pada Irene)
Irene.. ah iya, baiklah. Dimi, kau duduk ditengah mommy and daddy atau dimana? (bertanya pada sang anak)
Dimitri.. aku akan duduk ditengah mommy and Aunty Sarah saja (jawab Dimitri)
Irene.. Baiklah. Pangeran kecil mommy akan duduk diantara wanita cantik malam ini. Bagaimana Sarah? (tersenyum pada Sarah)
Sarah.. benar sekali kak. Pangeran kecil aunty akan duduk ditengah yah (sambil mengelus lembut pipi Dimitri)
Richard.. Baiklah kalau begitu kita duduk saja. Kalau ada yang ingin menyapa, biarkan mereka saja yang datang kesini (menggeser kursi untuk Istrinya duduk)
Reynald.. iya benar. Kita duduk saja (mengikuti Richard yang membukakan kursi untuk Sarah, Reynald membukakan untuk Irene dan Dimitri anaknya).
Setelah duduk ternyata banyak orang yang menghampiri mereka untuk bertegur sapa, berkenalan, bercerita soal bisnis, membangun relasi, dan lain lain. Karena ini merupakan kesempatan bagus jika ingin mengenal apalagi menjalin kerjasama dengan keluarga Alexander. Siapa yang mendapatkan kesempatan itu, seperti hidupnya akan berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya. Tentu saja hanya Reynald dan Richard yang berdiri, karena kedua Istri mereka hanya berjabat tangan saja dengan istri atau kekasih yang dibawa bersama para pengusaha itu. Lalu Dev tiba tiba menghampiri mereka..
Dimitri.. Uncle Dev..... (Dimi berteriak senang saat melihat Dev dari kejauhan menuju ke arah mereka). Uncle Dev.. Uncle Dev...
Dev.. (tiba di meja Keluarga Alexander). Hai pangeran kecil uncle.... (lalu memeluk Dimitri dengan penuh kasih sayang, yang juga dibalas pelukan oleh Dimitri).
Dimitri.. Hai Uncle.. apa kabar uncle dev? (mengurai pelukannya lalu bertanya pada Dev).
Dev.. Uncle baik baik saja (menjawab Dimitri sambil mengelus pipi chubby anak laki laki itu. Bagaimana denganmu? apa pangeran kecil tampan kita baik baik saja? (sambil menggelitik Dimi)
Dimitri.. ah.. geli uncle.. geli uncle.. uncle stop.. uncle (tertawa terbahak bahak karena kegelian. Lalu Dev berhenti untuk menggelitik Dimi). Dimi baik baik saja uncle. Dimi rindu pada Uncle Dev, kita sudah lama tidak berjumpa (lalu memeluk Dev kembali)
Dev.. baguslah kalau pangeran tampan uncle ini baik baik saja. Uncle juga merindukanmu Dimi (memeluk Dimitri dengan erat juga). Maaf yah Uncle sibuk jadi tidak bisa bertemu denganmu beberapa bulan ini (melepas pelukannya lalu menyilangkan tangan didepan dadanya sebagai permohonan maaf).
Dimitri.. Baiklah. Aku akan memaafkan Uncle, tapi uncle harus memberiku hadiah (melipat kedua tangannya didepan d**a seperti seorang bos kecil)
Dev.. (tertawa terbahak bahak). HAHAHAHAHA, uncle sudah tahu apa yang kau inginkan. Uncle membawa hadiah untukmu (menengok ke belakang lalu Max memberikan bungkusan besar pada Dev. Dev menerimanya lalu diberikan pada Dimi). Ini untuk pangeran tampan uncle (lalu mencium pipi Dimi)
Dimi.. wow....... it's so big, uncle. Yippiiiii (sangat senang mendapatkan hadiah dari Dev). Thank you uncle, I love you Uncle (membalas ciuman di pipi kanan juga kirinya).
Dev.. Your welcome prince (tersenyum senang. lalu bangkit setelah berjongkok dan mengambil dua kotak hadiah lagi dari tangan cindy juga lena dan memberikannya pada Irene serta Sarah). Ini untuk Kak Irene dan Kak Sarah (menyerahkan kotak yang berbeda warna. Warna merah untuk Irene dan warna biru untuk Sarah).
Irene dan Sarah.. Wah.. Terima kasih Dev (menerima hadiah itu dan tersenyum mengucapkan terima kasih sambil mencubit pipi Dev karena sangat manis dimata mereka berdua. Dan hal itu tidak luput dari pandangan para suaminya, Reynald dan Richard yang sedang mengelengkan kepalanya melihat itu).
Dev.. sama sama kak (tersenyum dengan sangat lebar).
Di sisi lain, Mila pun sudah ikut duduk bersama Prisca dan ibunya. Lalu Mila membuka hp nya untun mengecek apakah ada pesan balasan dari suaminya. Ternyata bukan balasan yang Mila dapatkan, melainkan Mila melihat status w******p suaminya yang menampilkan fotonya sedang duduk di atas hamock bertingkat, tepatnya sedang berada di Bogor dengan menggunakan kemeja hitam juga celana jeans biru navy dan sepatu, terlihat sangat senang. Mila meringis, tiba tiba saja tatapannya terasa sendu, air mata sudah berkumpul tapi ditahannya untuk tidak menangis karena ia sadar sedang berada di sebuah acara.