Devan Abraham Mahesa
Pria berusia 30 tahun, memiliki wajah yang sangat tampan. Berkulit putih, hidung mancung, tinggi 185 cm, seorang CEO sekaligus Owner muda bertangan dingin ditambah lagi ia pernah menjadi seorang Kapten Tim Alfa dari satuan Pasukan Khusus Militer di Amerika Sekitar. Ia bergelut dalam dunia Militer selama 10 tahun dan menjadi seorang Kapten Tim Pasukan Khusus selama 5 tahun. Dev berhenti dari Satuan Militer saat kakeknya yang juga seorang Mantan Militer dengan status Jenderal, namun sempat menduduki Posisi Pemerintahan sebagai Perdana Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara Amerika Serikat mulai sakit dan terkena serangan jantung secara tiba tiba. Hingga akhirnya ia memegang satu perusahaan milik sang kakek dibidang Pertambangan dan membawanya menjadi seorang CEO sukses bertangan dingin hingga saat ini.
Memiliki Ibu berketurunan Indonesia, menjadikan Dev mampu berbahasa Indonesia dengan baik juga tahu akan budaya Timur. Dev memiliki banyak perusahaan termasuk salah satu cabangnya di Indonesia yang bergerak di bidang Perhotelan, Konstruksi, Tambang, Properti, Kosmetik, Transportasi dan Otomotif. Ia juga memiliki beberapa Yayasan, salah satunya di Indonesia yaitu Abraham Foundation yang menangani Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa didalam juga luar negeri, Anak anak terlantar serta Lansia yang ditinggalkan keluarganya. Namun kantor perusahaan Dev berada di New York dan London.
Dev memang memiliki beberapa mantan kekasih dan seorang sahabat perempuan dari bangku SD serta empat orang sahabat lelakinya yang sudah bersama sejak TK. namun saat menemukan bahwa sang kekasih yang sekaligus menyandang status sebagai Tunangannya itu berselingkuh di Mansion milik Dev saat di London, maka dari situlah Dev tidak mempercayai seorang perempuan dan bersikap dingin pada semua wanita yang mendekatinya atau yang berusaha dijodohkan dengannya. Kecuali sang Ibu dan sahabat kecilnya serta sekretarisnya saja yang bisa berkomunikasi dengan baik dengan Dev.
Sampai akhirnya Dev bertemu dengan Mila di minimarket dan mengubah segala dunia Dev..
Masih dalam lokasi Ballroom Hotel Grand Mahesa
Mila yang sedari tadi berwajah sendu memilih untuk pergi ke toilet. Selain karena ia ingin pipis, Mila ingin mencari angin segar. Lalu tanpa ia sadari, ia bertemu dengan Dimitri. Anak laki laki berusia 6 tahun yang terkunci didalam toilet karena pintunya macet. Dan Mila mencoba membantu Dimitri hingga pertemuan tak terduga pun terjadi..
Mila.. Pris, gw ke toilet bentar yah, nanti balik lagi.
Prisca.. ok! hati hati lo
Mila.. iya okey (Lalu berdiri dan keluar dari Ballroom)
Acara pun tengah berlangsung dengan meriahnya. Hingga hampir selesai dan akan dilanjutkan dengan makan malam juta acara bebas lainnya.
Dimitri yang sudah tidak tahan untuk pipis lalu meminta izin pada Ibunya untuk keluar..
Dimitri.. Mommy, I want to pee now
Irene.. Now? (bingung karena acara masih berlangsung)
Dimitri.. yeah Mom.. Now. Aku ditemani bodyguard daddy saja, Mommy stay here
Irene... No. Mommy tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja. Akan mommy temani.
Dimitri.. No mom!! Aku akan baik baik saja
Reynald yang merasa ada keributan kecil antara Istri dan Anaknya pun bertanya
Reynald.. Ada apa sayang? (menoleh pada istrinya)
Irene.. Dimi ingin ke toilet tapi dia bilang tidak perlu ditemani, cukup dengan bodyguard saja katanya (menjawa suaminya sambil sedikit berbisik)
Reynald.. Ok kalau begitu. Biar ditemani mereka saja. Toilet juga tidak jauh dan disini aman.
Irene.. tapi rey (merasa tidak tenang saja anaknya sendiri)
Reynald.. tidak apa apa sayang jangan khawatir (lalu berbalik ke belakang, mengajungkan dua jari sebagai kode pada bodyguardnya, lalu mereka datang menghampiri)
Bodyguard.. Iya Tuan? ada yang bisa kami bantu? (menunduk pada bossnya)
Reynald.. putraku ingin ke toilet, tolong kalian temani. Jangan sampai terjadi sesuatu, akan ku buat perhitungan dengan kalian beserta keluarga kalian. paham?
Bodyguard.. paham Tuan (merasa ngeri karena ucapan boss nya santai tapi seperti mengancam)
Reynald.. Dimi, pergilah ke toilet. Mereka akan menemanimu sampai kembali ke dalam ruangan ini lagi (mengatakan pada anaknya disela istrinya)
Dimitri.. baik dad (senyum simpul. lalu bergerak turun dari kursinya dibantu sang Ibu juga Tante cantiknya, Sarah)
Dimitri lalu berjalan keluar diikuti oleh kedua bodyguard daddynya sampai ke depan toilet. Dan Dimitri pun meminta untuk berjaga saja didepan tidak perlu sampai kedalam. Kemudian di angguki oleh kedua bodyguard itu..
Namun saat didalam ternyata Dimi terkunci karena pintu kamar mandi itu macet dan Dimitri tidak sempat membaca tulisan kertas dipintu, karena sudah terburu buru untuk pipis.
Suara inilah yang didengarkan oleh Mila saat keluar, setelah didalam toilet wanita Mila tidak sengaja menabrak Stella dan kedua sahabatnya, membuat Stellah hampir jatuh tapi bajunya sedikit basah karena tangan Mila habis dicuci belum sempat ia keringkan. Lalu terjadi perdebatan antara mereka
Mila.. (awh.. sedikit mundur beberapa langkah lalu memegang perutnya. kemudian mengangkat wajahnya dan melihat kedepan untuk meminta maaf). Maaf saya tidak sengaja, maaf sekali lagi
Namun Stella dan kedua temannya sudah mulai emosi lalu mendorong sahabat Stella mendorong Mila kebelakang tanpa tahu Mila sedang hamil atau tidak.
Stella tersenyum senang karena dibela sahabatnya itu..
Naomi.. kalau jalan pakai mata anda jangan hanya berbalik lalu jalan. Lihat baju sahabat saya jadi basah karena anda! (emosi lalu menunjuk Mila juga baju Stella)
Mila.. maaf bu, saya tidak sengaja. Sekali lagi maaf (melipat tangannya lalu memohon maaf. Karena Mila memang tidak melihat mereka masuk, dan Mila ingin mengeringkan tangannya saat mereka masuk tapi malah berbenturan dan kaget insiden itu sangat cepat sekali)
Lucy. Halah bilang saja sengaja biar tidak dituntut ganti rugi kan? dasar orang miskin. cuih... merepotkan dan menganggu pandangan saja (menatap Mila dengan sombong dan memaki Mila)
Mila.. maaf saya benar benar tidak sengaja (Mila bersedih lalu keluar lebih dulu dari toilet. Namun mendapat cekalan tangan dari Stella, ia lalu menyiram Mila sedikit dengan air dari westafel toilet, sontak saja Mila kaget)
Stella.. Rasakan itu. Harus sama sama basah kan biar adil (menatap dan menyeringai sombong ke arah Mila)
Mila.. (mengelus d**a dan perutnya. Sabar.. Sabar.. Nggak apa apa asal nggak ribut. Sabar Mila. Maaf yah dek, jadi dengar ummi ribut sama orang. Lalu Mila berjalan keluar toilet tanpa menggubris atau membalas mereka bertiga. Dan itu membuat mereka kesal setengah mati).
Dimitri.. Tolong.. tolong buka pintunya. Mommy... Daddy... tolong buka pintunya (Dimi sudaj sedikit ketakutan karena sendiri didalam toilet)
Mila mendengar suara itu lalu berjalan menghampiri toilet pria. Mila mencoba memanggil untuk memastikan dan benar saja ia mendengar suara anak kecil, lalu Mila menolong anak itu yang tak lain adalah keponakan Mila sendiri namun Mila belum mengetahuinya begitupun dengan Dimitri.
Mila.. apa ada orang didalam? (mencoba memanggil)
Dimitri.. tolong siapapun diluar, tolong saya (sudah mulai terisak saat mendengar suara perempuan)
Mila.. (berjalan menghampiri pintu toilet dimitri). Apa kau didalam adik kecil? (bertanya lagi)
Dimitri.. Iya tolong saya (hiks..hiks). Saya takut..
Mila mencoba menenangkan Dimitri kalau ia akan membantunya keluar.
Mila.. tunggu sebentar yah, jangan menangis. Saya akan membantumu. tunggu sebentar (berusaha menenangkan Dimitri yang ketakutan)
Mila lalu berusaha mencari sesuatu untuk membuka pintu toilet Dimitri. Lalu matanya melihat ada gunting didalam tempat penyimpanan alat pel dan lainnya. Ia lalu mengambil gunting itu lalu mencoba membuka pintu dan cekrek terbuka.
Dimitri yang melihat Mila pun sontak saja keluar memeluk Mila dan menangis.
Mila.. (membalas pelukan Dimitri sambil berjongkok ke lantai). Sudah tidak apa apa adik kecil. Kamu tidak perlu khawatir yah. Tenang saja.. tidak apa apa, ada kakak disini (mengelus punggung belakang Dimitri untuk menenangkannya).
Dimitri.. (hikss..hiks..hiks..tubuhnya gemetar sambil memeluk Mila). Aku takut kak, takut sekali. Terima kasih sudah menolongku (Dimi lalu mengucapkan terima kasih pada Mila)
Mila.. (masih memeluk Dimitri). Iya kakak tahu, tenang yah. Kakak masih disini jadi tidak apa apa. Adik kecil jangan takut, kita hanya boleh takut sama Tuhan (lalu mengurai pelukannya dan menghapus air mata Dimitri).
Dimitri pun mulai tenang dan merasa nyaman dengan Mila, seperti merasa Mila adalah keluarganya.
Dan itu dilihat oleh Stella juga ketiga sahabatnya, lalu disusul oleh bodyguard daddynya yang mendengar suara anak kecil menangis.
Seketika saja Lucy, sahabat Stella memiliki Ide untuk membalas Mila karena pergi begitu saja. Lalu saat melihat bodyguard itu datang, Lucy lalu berteriak..
Lucy.. (berteriak) Tolong pak tolong, ada yang mau menculik anak kecil didalam toilet. Tolong pak..
Bodyguard daddynya datang lalu masuk kedalam dengan buru buru dan melihat Tuan Muda mereka menangis, sontak saja mereka menarik Tuan Muda nya lalu menghalangi Mila.
Bodyguard.. Anda tidak apa apa Tuan Alexander? Maaf kami tidak menolong anda dengan segera.
Dimitri yang melihat bodyguard daddy nya menghalangi Mila pun merasa kesal.
Dimitri.. Tidak apa apa, kalian tenang saja. Untuk apa kau menahan tangan kakak itu? (Dimi bertanya dengan kesalnya)
Bodyguard.. (menjawab Dimitri) Perempuan ini hampir mencelakai anda Tuan (lalu bodyguard ini membawa Mila keluar dengan menahan tangannya, membuat Mila meringis sakit dan kaget atas tuduhan itu)
Stella dan kedua sahabatnya pun ikut berjalan keluar dan saling bertos ria karena sudah membalas Mila dengan rencananya.
Sedangkan dari arah luar, nampak Irene, Reynald, Richard, Sarah, juga Dev dan beberapa asisten juga Sekretaris mereka menuju kedepan toilet. Karena Irene merasa tidak tenang soal anaknya dan keluar begitu saja, sehingga diikuti oleh yang lainnya.
Mereka semua bertemu didepan toilet tidak jauh dari pintu depan Ballroom Hotel. Irene lalu kaget melihat anaknya keringatan dan habis menangis..
Irene.. Ya Tuhan.. Dimitri Alxander, kau baik baik saja nak? (Irene lalu berlari kecil menghampiri anaknya, begitu pun Dimitri yang menghampiri Ibunya)
Dimitri.. aku baik baik saja Mom (memeluk ibunya tapi tidak menangis hanya gemetaran saja)
Reynald yang melihat bodyguardnya membawa seorang perempuan pun berpaling dan bertanya
Reynald.. Ada apa ini? (bertanya dengan tegas)
Bodyguard.. Kami mendengar suara Tuan Muda menangis, lalu kami berlari masuk kedalam. Ternyata didalam Tuan Muda sudah dipegang oleh perempuan ini. Lalu Nona itu berteriak mengatakan kalau perempuan ini ingin menculik anak kecil didalam, jadi saya menahannya Tuan
Dev yang melihat perempuan itu merasa tidak asing dan seketika ia melihat wajah Mila yang tadinya tertunduk kemudian terangkat untuk memprotes bodyguard itu pun, membuat Dev kaget begitu pun yang lain.
Reynald.. Siapa anda? kenapa anda ingin menculik putra saya? apa kami pernah berbuat salah pada anda? (bertanya dengan tegas namun sudah menahan emosi jika saja dihadapannya perempuan)
Mila.. Maaf pak, saya bukan penculik. Saya justru menolong putra bapak yang terkunci didalam toilet. Mereka bertiga salah paham begitu juga dengan bodyguard bapak. Bisa dilepas tangan saya? tangan saya sudah sakit dan tolong saya sedang hamil (Mila sudah berkaca kaca ingin menangis karena difitnah, dituduh yang bukan bukan, lalu kesakitan karena tangannya dicengkram dengan kuat agar tidak kabur).
Dev yang melihat itu pun angkat suara
Dev.. Kak, aku kenal dia, walaupun belum lama dan hanya sebentar. Dia perempuan baik, mungkin benar niatnya hanya menolong seperti dia menolong aku tadi pagi.
Reynald ingin berbicara namun kaget karena putranya menghampiri dan berpelukan dibawah pahanya.
Dimitri.. Daddy... kakak itu sudah membantuku. Kalau bukan karena kakak itu aku masih takut didalam toilet sendiri, pintunya rusak jadi aku berteriak minta tolong. Jangan marahi kakak itu, Dimi suka padanya (sambil mendongkak ke atas dan memohon pada daddy nya)
Richard lalu masuk ditengah keadaan itu..
Richard.. Dimi yakin kalau kakak ini tidak berbuat macam macam? (jongkok lalu menanyakan pada Dimi)
Dimi hanya menjawab dengan anggukan. Dan semua orang disana pun paham terkecuali mereka bertiga, Stella dan sahabatnya.
Irene.. (berjalan mendekati bodyguard suaminya dan meminta melepaskan tangan mereka). Lepaskan dia, kalian menyakiti perempuan yang sedang hamil itu tidak baik. lepaskan sekarang!! (menatap bodyguard suaminya dan yang ditatap pun takut)
Bodyguard.. (sambil terbata bata) ba-ba-baik nyonya.
Bodyguard pun melepas tangan Mila, lalu Mila meneliti tangannya masih terasa perih. Ia kemudian mengelus ngelus tangannya yang perih itu, dan hal itu terlihat oleh mata Dev
Dev.. kasihan dia, sedang hamil tapi diperlakukan seperti ini, kemana suaminya tidak pernah terlihat - batin Devan.
Kemudian Dev melihat ke arah lain dan tatapan itu sangat dibenci oleh Dev. Siapa lagi kalau bukan Stella Haryo Aurelis.
Sungguh sebuah pertemuan yang tak di duga oleh Dev, Mila, Stella juga lainnya. Pertemuan singkat namun dapat mengubah takdir mereka semua.