-----
Hari ini Mark ngajakin gue untuk ketemuan di taman, udah setengah jam gue telat dan takutnya Mark marah atau pulang lagi karna tadi gue mandinya kelamaan. Itu semua karna gue nungguin kak Yuta beres mandi dan hampir 1 jam kakak gue ga keluar-keluar dari kamar mandi eh taunya dia malah ketiduran di dalem bak mandi sambil pake boxer.
Gue pun berlari dengan terburu-buru dan begitu sampai di taman gue ngeliat Mark yang lagi berdiri didekat sepeda. "Mark", panggil gue dan Mark langsung noleh kearah kanan dan dia ngeliat gue. "Maaf ya lama, lo ga marah kan?" Tanya gue.
"Ngga kok lagian gue juga baru 5 menitan nyampe, macet tadi soalnya. lo udah makan?"tanyanya.
"Belum hehe."
"Mau makan dulu?"
"Ntar aja deh, mending duduk di bangku itu yuk udah lama soalnya gue ga kesini jadi kangen sama suasananya,"kata gue sambil menunjuk bangku yang ada didekat air mancur itu. Gue dan Mark pun duduk disana sambil melihat keadaan taman yang tidak terlalu ramai.
"Ra,"panggilnya.
"Apa?"
"Lo pasti kaget ya soal kemaren?"
"Lu-lu-lumayan, gue ga nyangka banget lo sama Jaemin itu ternyata saudaraan."
"Maaf ya gue ga cerita dari awal bahkan temen-temen juga gatau kalau sebenernya gue sama Jaemin saudara."
"Kalian saudara kandung?"tanya gue dan Mark menggelengkan kepalanya.
"Kata bokap waktu nyokap waktu gue baru berusia dua minggu, orang tua gue kecelakaan mobil, bokap gue selamat tapi nyokap gue meninggal lalu 1 bulan kemudian bokap ketemu sama tante Rika yang sekarang menjabat sebagai nyokap Jaemin,"jelas Mark.
"Yang sabar ya Mark gue tau kok perasaan lo gimana,"kata gue sambil mengelus tangan Mark pelan.
"Hahaha gapapa kali soalnya itu udah beberapa tahun yang lalu, jadi gue udah bisa nerima kepergian nyokap gue ya walau awalnya sangat sulit Ra."
"Jadi pas bokap lo nikah sama tante Rika, Jaemin belum lahir ya?"
"Iya dan pas gue satu tahun lebih Jaemin lahir."
"Ahh jadi lo sama Jaemin cuman beda setahun doang?"
"Ya."
"Tapi keadaan lo sekarang gimana? apa udah bisa nerima tante Rika sebagai nyokap lo?"
"Udah kok lagian beliau baik banget sama gue dia ga pernah ngebanding-bandingin gue sama Jaemin yang anak kandungnya sendiri, Ra gue pengen lo jaga rahasia ini bisa?"tanyanya.
"Bi-bisa kok dan makasih juga lo udah mau cerita sama gue hehe padahal gue bukan siapa-siapa lo."
"Jadi lo mau jadi siapa-siapanya gue?"tanya Mark sambil memberikan sebuah seringaian dan mengedipkan matanya kea rah gue.
"Ehh ngga gitu ihh,"gue memukul tangan Mark dan Mark hanya tertawa.
-----
Mark pov
Gue teringat waktu gue menggoda Ara dengan memberikan sebuah seringaian itu terlihat wajahnya sedikit tersipu rasanya ia semakin lama semakin menggemaskan dan itu membuat gue semakin jatuh cinta dengannya. Ah beruntung sekali gue bertemu gadis seperti Ara, jangan lupakan kedua bola matanya yang bewarna kecokelatan membuat wajahnya semakin cantik dengan rambut panjang hitam yang tergerai.
Rasanya semakin ingin gue untuk memilikinya, ya gue jatuh cinta sama Ara sejak 4 bulan yang lalu hanya berada di dekatnya detakan jantung ini membuat gue semakin yakin jika gue telah jatuh pada gadis itu.
"Eh Jaem liat ini,"gue nunjukin foto Ara yang tadi gue ambil secara diam-diam pada Jaemin yang sedang duduk sambil membaca buku di atas ranjangnya.
"Terus?"
"Lucu ya dia haha gue jadi makin naksir sama Ara."
"Oh,"jawab Jaemin lalu pergi dari kamar Mark.
"Eh anjir lo dedemit main pergi aja."
"Apaan? gue kebelet."
"Dengerin dulu kampret." Jaemin duduk kembali di atas ranjangnya.
"Menurut lo Ara orangnya gimana?"
"Punya mata, hidung, telinga, mulut."
"Bukan itu njir maksud gue tuh sikapnya."
"Seperti manusia pada umumnya,"jelas Jaemin yang membuat Mark kesal.
"Gak guna gue curhat sama lo."
"Oh aja."
"Eh Jaem gue mau nanya satu hal sama lo,"Jaemin naikin alis nya sebelah.
"Lo ga suka sama Ara kan?"tanya Mark.
"Gu-"
"JAEMIN, MARK makan malem nya udah siap sini turun,"panggil ibu.
"Ibu nyuruh turun, gue duluan,"kata Jaemin lalu pergi meninggalkan Mark. Jaem lo ga punya perasaan ke Ara kan? gue harap sih ngga. Karna gue gamau kita berdua jatuh cinta pada seorang gadis yang sama.
Mark pov end.
-----
Keesokan harinya saat di sekolah tepatnya saat pulang sekolah awalnya gue mau langsung pulang tapi pas gue ngedenger suara notif kakaotalk gue membuka pesan yang dikirim oleh Jaemin, loh Jaemin?
Kakaotalk 15:00
Jaemin
Temuin gue di atap sekolah
sekarang
Read
"Hah? gak salah ini Jaemin nge chat gue?"tanpa basa-basi gue langsung pergi ke atap dan gue nemuin Jaemin di sana lalu gue pun langsung menghampirinya.
"Jaem tumben loh lo nge chat gue dan ngajak ketemuan gini, apa ada sesuatu yang penting?"
"Ayo bicara,"kata Jaemin.
"Kenapa Jaem? apa ini soal pembicaraan yang waktu di atap? saat Mark datang dan lo ga sempet ngelanjutin perkataan lo."
Jaemin terlihat terdiam sejenak hingga akhirnya ia pun mulai membuka mulutnya untuk berbicara. "Jauhin gue,"ucapnya.
"..."
"Waktu itu gue ga sengaja liat chat lo sama Joy,"jelasnya.
Chat? Apa jangan-jangan chat gue yang waktu itu lagi ngomongin soal perasaan gue ke Jaemin lagi haduh bodoh gue bisa-bisanya lupa ga dibawa hp nya. Dan jadi sekarang Jaemin tau kalau gue suka sama dia?
"Apa karna lo tau gue suka sama lo? jadi lo minta gue untuk jauhin lo?
"Sorry karna gue ngebuat lo jatuh cinta sama gue,"ucapnya.
"Apa gue salah karna suka sama lo Jaem? jadi ngebuat lo kaya gini?"jujur gue udah hampir mau nangis. Jaemin terdiam untuk sejenak, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain sebelum kembali menatap gue yang saat ini sedang memegangi kedua lengannya.
"Jaem jawab gue Jaem!"
"..."
"Jaemin please jangan diem aja, kasih tau sekarang ke gue apa gue salah suka sama lo? tapi lo ga bisa nyalahin perasaan gue Jaem!"
"..."jawab Jaemin lalu Jaemin pun pergi begitu saja meninggalkan gue yang perlahan terduduk di lantai dan menangis. Kenapa cinta pertama itu rasanya menyakitkan? Dan seseorang maksud lo siapa Jaem? kalau gue jatuh cintanya sama lo gue harus apa? apa perasaan gue salah?
-----