Bab 10 || Jika kamu pergi, aku akan menunggumu ||

1318 Kata
----- Rasanya hati gue terasa sakit sangat sakit seperti perasaan yang tak terbalas dan tertolak olehnya. Bodohnya gue yang pergi gitu aja dan ninggalin ponsel gue tergeletak di meja. Kalau saja kemarin gue ga pergi untuk nemuin Jaemin di atap mungkin sekarang ga akan kaya gini keadaanya. Apa Jaemin akan semakin jauh dari gue? apa perasaan ini memang tidak terbalaskan olehnya? "Kenapa gue se cengeng ini sih? gue kira cinta pertama itu akan selalu indah seperti dalam drama ternyata tidak untuk gue sendiri,"lalu gue pun pergi meninggalkan atap sekolah dan memutuskan untuk pulang ke rumah. "Lo nangis?"tanya Mark tiba-tiba yang muncul dari arah kiri gue, pastinya gue kaget saat ngeliat Mark yang ada di samping gue. "Eh ngga lah ngapain juga gue nangis haha,"tawa gue. "Jujur aja gue tau kalau lo nangis." "Beneran ngga kok gapapa cuman kelilipan doang tadi." "Tuh kan di balik gapapanya cewek tuh beda pasti ada apa-apanya, sini ikut gue,"Mark ngebawa gue menuju taman belakang sekolah dan menyuruh gue untuk duduk di bangku. "Jujur lo nangis sama siapa? dan karna apa?"tanya Mark dengan tatapannya yang terlihat serius. "Gue sedih Chanyeol jarang ngehubungin gue lagi,"jawab gue asal. "Anjir masih aja ya nih bocah ngelawak." "Ih beneran gue sedih karena itu Mark." "Bego dipelihara,"Mark menjitak kepala gue. "Mark salah gak sih kalau cewek jatuh cinta sama cowok?" "Ya kagak lah berarti itu artinya lo normal,"jawabnya."Jadi lo nangis karna ditolak cowok yang lo suka?" Buset dah Mark cenayang apa? kok bisa tau banget sih. "Si-siapa yang ditolak?" "Hmm masih gamau jujur ya? ya udah lo mau apa ntar gue beliin." "Gue gamau apa-apa cuman butuh Park Chanyeol disamping gue." "Kejauhan itu mah, mending gue aja yang deket sama lo,"Mark merubah posisinya yang awalnya Mark duduk dihadapan gue kini Mark duduk disamping gue lalu ia pun langsung menarik gue ke dalam pelukannya. Gue mau nolak pelukan itu tapi sekarang gue emang butuh seseorang buat jadi sandaran gue. Saat Mark meluk gue ntah kenapa air mata gue kembali jatuh padahal gue mencoba untuk gak nangis tapi sekuat-kuatnya cewek kalau lagi sedih tetep aja dia gabisa apa-apa cuman bisa melampiaskan dengan menangis. "Udah jangan nangis, gue paling gak suka liat orang yang gue sayang nangis. Maksud gue sayang anak sayang anak, jangan ke geeran ya hahaha,"tawanya. "Bodo amat Mark." "Gue beliin es krim mau ga?"tawarnya. "Ogah ah,"tolak gue. "Balon?" "Emangnya gue anak kecil apa." "Terus lo maunya apa? ah lo mau gue ya?" "Iy- eh apa tadi lo bilang apa hah?" "Jiah haha ketauan kan lo naksir cogan kaya gue." "Eh sorry ya mending gue pacaran sama Park Chanyeol dari pada sama lo." "Apa lo mau pacaran sama kembaran gue?"ucap pak Ceye yang nongol dari arah belakang gue sama Mark. Kenapa jadi guru gue yang nongol anjir tapi gapapa sih emang gue akui mirip banget wajahnya sama Chanyeol EXO. "Ehh pak Ceye belum pulang ehehe." "Baru mau pulang, kalian ngapain berduaan di sini peluk-pelukan? mana malam jumat lagi ini." "Ehehe biasa pak lagi latihan,"jawab Mark. "Latihan apaan dah Mark?"tanya gue bingung. "Kalau mau latihan bikin anak jangan di sini noh di kuburan,"suruh pak Ceye. Si bapak ganteng ngelawak:))) "Wah kalau dikuburan bahaya pak banyak setannya." "Biarin kan bagus tau-tau keluar dari kuburan kalian udah bertiga." "Ih bapak mah." "Udah gue bilang kalau di luar sekolah panggil kakak aja berasa tua gue jadinya." "Emang udah tua kan haha,"tawa Mark. "Heh lo anak curut minta gue avada kedavra hah." ----- Mipa zuzu nyam nyam Alarm gue kembali berdering untuk kedua kalinya dan membuat gue bangun iya dong bangun kalau gue ga bangun kan bahaya. "DEK WOY DEK, HEH KUTU BADAK DAKI KUDANIL." Masih pagi dan kakak gue malah teriak. "Apaan sih?" "Buka dulu pintunya,"kata Yuta sambil mengetuk pintu kamar sang adik. "Apaan sih kak?"gue membuka pintu kamar dengan malas. "Ada bule nyariin lo,"ucapnya. "Hah? siapa?" "Ya mana gue tau, gue kan ikan." "Ishh kakak gue kok nyebelin pake banget sih." "Apa tadi bilang apa?"tanya Yuta "Hehe kak Yuta ganteng banget sih,"tawa gue padahal gak sudi gue bilangnya hehe bercanda kakak. "Ya udah sana gih samperin tuh gue mau ke kamar dulu." "Btw siapa yang nyariin gue ya?" Gue pun bersiap lebih dulu sebelum turun ya masa gue kucel kan ga enak di liatnya hehe, baru sampe tangga gue ngeliat Mark lagi asik ngobrol sama bunda gue. Ahh maksud nya bule itu Mark toh, tapi kenapa dia bisa ke rumah gue ya? "Loh lo ngapain di sini?" "Eh ga baik ngomong gitu, hehe maaf ya nak ganteng kalau Ara itu omonganya kaya cabe maklum lah ya biasa jadi cabe-cabean komplek." "Ihh bun apaan sih." "Ya udah tante cantik jelita nan baik hati saya pamit dulu ya,"ucap Mark dengan ramah. "Ah bisa aja kamu kan tante jadi malu-malu kucing gitu." Karna gue kesal ngeliatin Mark yang ngerayu nyokap gue jadi gue langsung nge bawa Mark pergi keluar. "Bun pergi dulu,"pamit gue. "Duh main tarik-tarik aja lo emangnya gue gelasan apa." "Lo ngapain sih ke rumah gue segala? pake ngobrol sama bunda gue lagi." "Kan biar akrab sama camer (calon mertua),"kata Mark lalu nyubit kedua pipi gue. "Serah lo kutu monyet." "Kalau gue kutu berarti lo ketombenya,"balas Mark sembari membuka pintu mobil. "Lo tumben banget ngejemput gue, curiga ada maunya." "Ya elah curigaan mulu lo sama gue Ra." "Habis tumben aja gitu mana bawa mobil lagi jangan bilang lo mau nyulik gue?" "Kok tau sih? gue tuh mau ngejual lo ke om-om." "Ishh Mark!!" "Haha bercanda, masuk gih." "Hah? ogah ah gue baru bangun tidur ini njir mana belum mandi." "Ya elah ga mandi pun lo cantik, udah masuk kita beli bubur buat sarapan sekalian buat bunda sama abang lo." ----- Keesokan harinya gue sekolah seperti biasa tidak ada yang spesial sih di sekolah hanya saja ini sudah dua hari semenjak kejadian di atap waktu kemarin. Dan pagi ini gue belum sempat melihat Jaemin mungkin ia belum datang. Lalu gue melihat Joy yang baru saja datang dan segera duduk di samping gue. "Eh lo kemaren nyatain perasaan ke Jaemin?"tanya Joy. "Jangan keras-keras bego." "Lagian kelas masih sepi ogeb, lo gila ya ngapain coba nyatain perasaan sekarang?" "Ya habis mau gimana lagi dengan gue ga bilang juga dia udah tau karna nge baca chattan kita waktu itu yang ngebahas Jaemin. Lagian Jaemin bilang ke gue katanya gue harus jauhin dia." "Whattt? Dia tau? Terus kenapa dia bilang harus jauhin lo?" "Nah itu gue juga gatau ya mungkin dia ngerasa ilfeel karna gue suka sama dia atau bisa jadi dia emang ga suka sama gue." "Bisa jadi sih mungkin Jaemin jijik sama lo makanya minta di jauhin juga." "Heh sembarangan lo kalau ngomong." "Hehe ya bercanda sayang." "Bodo amat lo bukannya nyemangatin gue kek karna gue habis nangis semaleman waktu itu." "Iya dah iya semangat tapi Ra mungkin ada alasan lain kenapa Jaemin ngomong gitu ke lo." "Alasan?" "Ya mungkin sih gue juga gatau. Terus lo belum ngobrol lagi sama Jaemin?"tanyanya dan gue menggelengkan kepala. "Hmmm semangat girl gue yakin ada orang lain yang lebih untuk lo." "Tapi masalahnya gue ga bisa ngehapus perasaan ini gitu aja." "Nih ya Ra melupakan itu butuh proses dan ga semudah itu pokoknya lo saat ini fokus belajar aja buat ngalihin kan bisa." "Iya sih bener." Ara dan Joy tidak tahu jika sedari tadi Mark menguping pembicaraan kedua gadis itu dari balik pintu kelas. "HEH BRO NGAPAIN LO DISONOH?"teriak Jisung. Kebetulan Mark lagi megang sarung ditanganya, dalam sekejap sarung itu dipakai untuk menyarungi kepala Jisung dan Mark membawanya menuju tong sampah. "Gue ga bisa napas anjir woy." "Lo ngapain pake teriak segala bangsul?" "Ya habis kan gue kepo lo lagi ngapain." "Udah berisik lo." "Eanjir Mark gue mau dimasukin ke tong sampah nih anjir?" "Iya biar lo diem." "JISUNGG!!"panggil Chenle dari kejauhan. "Yah elah Chenle." "Ehh Mark lo ngapain Jisung?" "Ga ngapa-ngapain kita lagi main sarung-sarungan,"kata Mark lalu Mark pun pergi meninggalkan Jisung dan Chenle. "Sarung-sarungan?"tanya Chenle bingung lalu melihat ke arah Jisung dan Jisung hanya mengangkat kedua bahunya. -----
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN