Di saat itu Kayla yang merasa kalau tidak tahu harus bagaimana lagi menjalani nya. Rutukan itu selalu saja timbul begitu saja tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi satu sama lain nya.
Sesampai nya Kayla di rumah di saat itu Ray hanya bisa melakukan yang terbaik untuk membantu Kayla saat itu menjadikan sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya.
“Terima kasih ya sudah mau mengantar aku, kalau begitu sampai ketemu nanti malam. Ray, kau hati-hati saja pulang nya.”
Ucap Kayla kepada Ray yang saat itu masih bingung harus mengatakan apa lagi.
“Kay, iya aku tidak pernah mempermasalah kan apa yang sudah aku lakukan, yang terpenting kau bisa merasa aman saja.”
Jelas Ray kepada Kayla.
Kayla hanya bisa mengangguk kan kepala dan tersenyum tipis kepada Ray. Ray yang memandang nya hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi di sisi lain kehidupan yang nyata saja menjadikan keadaan membaik saja.
Ray yang merasa Kayla sangat sedih jika dia sendirian untuk menjalani semua sendiri. Tidak ada satu pun permasalahan di kehidupan yang akan menjadi satu hal yang sama. Di sisi lain pria tersebut memiliki perasaan yang ada saat ini kepada Kayla, hanya saja wanita itu tidak mau melakukan yang terbaik satu sama lain.
“Kenapa Kayla begitu kuat menjalani hari-hari nya? Aku bingung bagaimana lagi menghadapi satu sama lain nya. Di sisi lain dia tidak pernah merasa bahagia setelah berada di kampus.”
Ucap Ray di dalam hati nya yang sangat tidak menentu satu sama lain nya.
Di tempat lain Brian yang begitu bersemangat membuat acara yang telah dia buat bagaimana pun Acara ini akan menjadi sebuah pertemuan antara mereka.
Brian mengambil ponsel dan dia menelepon Ria kekasih nya.
“Hallo....”
Ria yang merasa kalau Brian kekasih nya sangat tumben menelepon dia.
“Hallo sayang.... ada apa?”
Tanya Ria dengan penuh semangat.
“Hm... nanti malam aku mau mengadakan acara makan malam di rumah ku, jadi harap kau bisa datang jam 7 malam nanti.”
Ucap Brian kepada Ria.
“Loh! Kok kamu tiba-tiba saja? Acara apa memang nyta? Aku tidak pernah mendengarkan cerita nya dari kau. Hm... kau ini ada ada saja.”
Ucap Ria kepada Brian yang sangat heran.
“Datang saja! Jangan banyak cerita, nanti malam ada Ray dan Kayla aku undang kalau bisa kau sebelum itu harus terlebih dulu datang, agar membantu aku mempersiap kan nya.”
Jelas Brian kepada Ria.
“Hm... baik lah kalau begitu, iya sudah nanti sore aku akan datang.”
Ucap Ria kepada Brian.
“Oke, aku tunggu!”
Ucap Brian di balik telepon tersebut.
Lalu Brian mematikan telepon yang akan menjadikan diri ini semakin mendalam saja, dia merasa kalau ini butuh ketenangan yang ada jika melakukan pertemuan ini.
“Huft... aku sangat terpaksa untuk mengatakan kalau ini harus di jalani, menurut aku kalau pertemuan ini agar tidak ada kesalahpahaman di antara Kayla dan aku. Aku tidak mau dia menjadi bulan bulanan orang kampus semenjak dekat dengan aku, di sisi lain kehidupan itu menjadi sebuah kenyataan yang ada.”
Ucap Brian di dalam hati nya saat itu.
Brian hanya bertujuan untuk melakukan ini hanya membuat permsalahan pada diri Kayla tidak berlanjut, di sisi lain Brian ingin berteman dan menganggap semua nya bisa di jalan kan dengan baik saja. Ria kekasih nya akan bisa berubah begitu saja untuk cemburu kepada Kayla.
Tempat pukul 5 sore Ria yang sudah berada di depan rumah Brian saat itu langsung saja membuka pintu rumah Brian yang dia tinggal sendiri saja.
“Brian.... aku sudah datang! Brian...”
Panggil Ria yang melihat ke kanan dan ke kiri saat itu.
“Hm... kau datang juga, iya sudah semua pakaian sudah aku siap kan untuk acara nanti malam.”
Ucap Brian kepada Ria.
“Lah, aku sudah membawa baju untuk di pakai nanti malam.”
Jelas Ria kepada Brian.
“Sudah lah, pakai saja apa yang sudah aku sediakan. Kau jangan membantah aku! Di sini turuti saja apa yang aku katakan itu.”
Brian berkata kepada Ria.
“Huft... kau ini selalu saja begitu, seharus nya kau tidak repot untuk menyediakan nya di sini aku hanya berharap tidak ada yang bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain nya lagi.”
Ucap Ria kepada Brian.
“Di sisi lain kehidupan yang nyata saja, di lain hari tidak ada yang bisa di lakukan nya. Memang kehidupan yang nyata saja akan menjadi kan diri ini menjadi sebuah kenyataan yang ada, memang menjadi kehidupan yang menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain.”
Ucap Brian kepada Ria.
“Iya sudah, Sayang... aku akan membantu apa? Aku bingung menyiapkan apa lagi, kalau aku lihat semua nya sudah di siapkan dan tidak ada yang harus di selesaikan juga, di sisi lain kau sudah memiliki asisten rumah tangga yang menyiapkan semua nya.”
Ucap Ria kepada Brian.
Brian menghela napas dan dia merasa kalau diri nya menjadi satu-satu nya di dalam kehidupan yang nyata satu sama lain, di sisi lain kehidupan itu menjadikan kehidupan yang ada satu hal itu. Pria tersebut bingung apa yang mau di katakan kepada Ria kekasih nya saat itu juga.
“Ria, perlu kau tahu aku memang memiliki asisten rumah tangga tetapi, aku tidak pernah menyuruh dia menyiapkan apa yang harus aku rencana kan! Di sini tugas nya hanya menyiapkan kebutuhan pribadi aku saja tidak ada yang lain.”
Jelas Brian kepada Ria.
“Huh! Kau ini selalu ada saja yang akan di bicarakan padahal aku tidak pernah melakukan hal yang tidak baik satu sama lain, di sisi lain sebenar nya itu tugas nya tidak bisa kita harus mengatakan kalau diri nya tidak berguna!”
Ucap Ria kepada Brian.
“Ya, terserah kau saja! Aku hanya meminta bantuan kepada kau, memang aku tidak boleh meminta tolong dengan kekasihku sendiri?”
Tanya Brian yang saat itu memasang kan wajah yang sangat menyeram kan kepada Ria.
Ria merasa gugup untuk menjawab nya dan dia merasa kalau Brian sudah sangat berubah saat berbicara kepada diri nya, tidak ada satu hal yang sama sekali tidak membuat diri nya akan berubah.