“Sorry... Sorry... aku tidak paham lagi bagaimana menjalani nya, aku tidak fokus kepada jalan tadi. Terima kasih ya Ray kalau tidak ada kau entah lah mungkin aku sudah di serempet orang itu.”
Kayla yang berkata dengan nada yang sangat datar kepada Ray.
“Memang aku dari tadi memperhatikan kau baru saja masuk ke dalam gerbang dan membuat aku lebih berfokus kepada kau saat berbicara kepada Ria yang entah kenapa saat itu aku semakin yakin kalau dia hanya ingin menyakiti kau saja, demi apa pun semua nya bisa dia lakukan demi mendapatkan yang terbaik saat ini, jangan kau menganggap kalau kau tidak ada arti nya.”
Jelas Ray kepada Kayla.
“Iya Ray, sekali lagi aku meminta maaf untuk itu semua nya jangan sampai kau merasakan kalau diri kau tidak ada arti nya melakukan nya demi semua nya akau akan berjalan dengan lancar saja.”
“Iya sudah, aku akan menemanimu sampai keruangan ya? Aku juga merasa khawatir dengan keadaan kau yang dari tadi hanya diam saja dan tidak pernah menganggap diri ini semakin kacau saja, soal nya kau masih saja memikirkan apa yang di ingin kan satu sama lain nya.”
Jelas Ray kepada Kayla.
“Boleh kok, sekali lagi terima kasih ya...”
Ucap Kayla kepada Ray.
Ray merasa sedikit bahagia saatr dia mengetahui kalau diri Kayla yang merasa ingin mendapatkan diri nya semakin yakin saja untuk mendapatkan diri ini semakin tidak berpikir kalau diri Kayla sudah merasa baik kepada diri nya dan tidak melakukan apa pun kejadian itu berada saat ini. Sejauh ini dia hanya ingin Kayla bisa menerima nya menjadi teman baik saat itu.
Kayla melihat ketulusan Ray yang dari tadi tidak menentu itu dan membuat diri nya menjadi selalu ada untuk di dapatkan satu sama lain nya pada diri ini sama sekali akan membuat diri nya menjadikan hal sebuah kenyataan.
“Ray apakah kau sepulang dari kampus mau menemani aku untuk keperpustakaan? Soal nya aku ada yang mau di cari.”
Ucap Kayla dengan sangat gugup.
“Hm... tentu aku akan membantu kau juga jangan khawatirkan hal itu, saat ini aku paham apa yang sudah di lakukan akan membuat kau semakin sadar kalau masih ada orang yang baik kepada diri ini.”
Ucap Ray yang sudah semakin tidak mengerti apa yang sudah semakin yakin.
“Hehehe... iya Ray terima kasih sudah mau menemani aku saat ini aku masih membutuhkan orang yang menganggap aku masih dalam keadaan baik-baik saja juga.”
Ucap Kayla kepada Ray.
“Iya sudah kalau begitu silahkan masuk saja ke kelasmu dan aku juga ada mata kuliah yang sangat banyak tugas nya, sampai ketemu nanti Kay...”
Ucap Ray kepada Kayla yang sudah dari tadi melakukan yang terbaik untuk diri nya satu sama lain nya saat ini.
Dari kejauhan Brian yang melihat Ray dan Kayla saling tersenyum, di saat itu Brian merasa diri nya semakin sedikit merasa ada yang lain juga diri ini melakukan apa yang sudah di janjikan kepada diri ini semakin yakin untuk mendapatkan yang terbaik juga.
“Aku lihat kenapa mereka berdua semakin dekat saja, dan membuat diri ini semakin tidak mengerti juga. Oke nanti aku akan bertemu dengan Kayla juga, kalau begitu aku hanya berpikir positif saja apa dengan gosip semua orang itu.”
Ucap Brian yang memandang Kayla yang dari kejauhan saja.
Sesampai di kelas dia merasa diri nya semakin yakin kalau akan mengajak Kayla berbicara tetapi entah kenapa dia begitu merasa diri ini semakin yakin kalau semua nya bisa di atasi satu sama lain nya.
“Hay Kay... ceria sekali pagi ini.”
Ucap Brian yang berusaha untuk mengalirkan suasana yang seharus nya akan di selesai kan satu sama lain nya.
“Hm... memang aku tidak ceria setiap hari nya dan membuat diri ini semakin yakin kalau aku setiap hari menghadapi setiap permasalahan yang ada.”
Jelas Kayla kepada Brian.
“Hehehe.... tidak begitu juga aku juga berharap tidak ada permasalahan pada diri ini semakin yakin saja, padahal semua nya bisa diri ini semakin yakin apa yang sudah aku lihat itu kalau kau akan menjadi sebuah perjalan diri ini semakin mendalam saja.”
Ucap Brian kepada Kayla.
“Iya sudahlah anggap saja aku tidak melakukan apa-apa lagi, menjalani setiap permasalahan adalah sebuah keinginan nyata saja.”
Ucap Kayla kepada Brian.
Saat itu Brian telah melihat kebahagiaan Kayla, ada sedikit diri ini semakin menderita saja.
“Oo iya... ada yang aku ingin bicarakan soal tadi malam itu aku menelepon.”
“Oo iya... mau cerita apa Brian?”
Tanya Kayla kepada Brian.
“Hm... apa ada waktu nanti sepulang kuliah nanti?”
“Sepertinya aku tidak bisa, aku sudah ada janjian dengan Ray untuk pergi berdua ke perpustakaan. Maaf ya.... bicarakan saja di sini.”
Kayla berkata dengan tenang saja.
Brian terkejut kalau Kayla sudah semakin dekat kepada Kayla tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin tidak berarti saja.
Brian merasa dia belum ada waktu untuk menjelaskan kepada Kayla saat ini, yang ada dia tidak mempercayai semua nya.
“Hm... iya sudah lain waktu saja aku akan menceritakan nya hehe...”
Ucap Brian kepada Kayla.
“Oo... iya tidak apa apa kalau kau memang tidak bisa mengatakan nya saat ini, yang terpenting aku sudah menawarkan untuk mengatakan sekarang juga.”
Jelas Kayla kepada Brian yang sudah sangat yakin pada diri ini menjadikan hal yang sudah di tentukan nya saat ini juga apa pun perjalanan akan membuat diri ini semakin yakin kalau Brian hanya membuat kesalahpahaman saja nanti.
“Oke baiklah Kayla.”
Akhirnya mereka mulai mata kuliah nya, Brian yang sudah sangat memikirkan semua nya bisa berjalan dengan lancar juga, tidak ada yang bisa Brian lakukan karena Kayla bukan milik nya saat ini entah kenapa semua nya bisa di jalan kan sjuga demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya juga.
Di dalam hati Kayla dia berkata “Huft... Akahirnya aku bisa menolak semua nya, aku tidak mau menjadi salah paham. Walaupun itu pasti dia ingin menanyakan apa yang dia lihat ini.”
Kayla sengaja melakukan nya karena menurut nya kalau dia menjauh dari Brian kesalah pahaman itu akan hilang, dan Ray lah penyelamat dia saat ini dan dia lah yang bisa di andal kan juga.
Sepulang dari kampus Kayla langsung pergi begitu saja agar Brian tidak menahan nya untuk memanggil nya.