Lagi

1087 Kata
Kayla akhir nya bingung pada diri ini kenapa dia masih mau memaafkan semua orang yang sudah sangat jahat kepada diri nya saat ini, di sisi lain tidak ada yang bisa di jadikan pada diri ini semakin mendalam.   “Huft... aku sangat lelah dengan semua nya kenapa diri ini semakin yakin kenapa semuanya tidak ada yang bisa aku percayai saat ini, aku kira aku bisa mendapatkan teman yang sangat banyak jika berada di kampus ternyata semua nya sirna begitu saja tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi saat ini.” Ucap Kayla di dalam hati nya yang penuh bertanya tanya.   Sesampai nya dia di rumah, dia meraih ponsel yang berulang kali Brian menelepon nya dan dia bingung awal nya saat dia memikirkan kalau itu tidak mungkin di buat untuk mendapatkan yang terbaik juga satu sama lain lagi. Pada diri Kayla sangat yakin kalau dia harus menghindari Brian.   “Hm... kenapa lagi ini? Aku sudah sangat lelah dan tidak mau di fitnah apa yang sudah di katakan kalau aku merebut Brian di tangan Ria.” Ucap Kayla di dalam hati nya yang sangat kacau.   Drtt... drrtt... Getaran ponsel nya yang sudah sangat diri ini semakin meyakin kan diri nya untuk mengangkat telepon dari Brian yang sangat mendalam saja diri nya semakin yakin kalau tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin yakin.   Akhir nya Kayla memberani kan diri nya untuk mengangkat telepon dari Brian yang berulang kali menelepon. “Hallo...”   “Kay, maaf ganggu, apa lagi sibuk?” Ucap Brian yang sangat kacau yang tidak tahu harus berbicara apa lagi saat ini.   “Hm... tidak juga! Aku baru saja pulang dari kampus, ada apa  menelepon dari tadi?” Tanya Kayla kepada Brian yang terdengar sangat gugup.   “Oo... baru pulang ya, pasti sangat lelah sekali, bagaimana ya aku mau mengatakan nya.” Ucap Brian.   “Kalau memang belum bisa membicarakan sekarang tidak apa-apa, besok juga kita akan bertemu di kampus, jadi kita bisa membicarakan semua nya agar tidak mempermasalah kan diri ini semakin yakin saja.” Ucap Kayla dengan tenang.   “Ha! Bagaimana ya, iya sudah besok saja, mungkin kau sangat lelang jika aku paksa untuk melanjutkan nya. Hari esok juga ada hehehe... sampai ketemu di kelas besok Kayla.” Ucap Brian dan langsung mematikan telepon nya dan merasa ragu apa yang akan di bicarakan itu kepada Kayla.   Kayla yang terdiam sejenak sudah merasa kebingungan apa yang sudah di katakan itu mendapatkan yang terbaik sama sekali saat ini. Jika ini melakukan nya pada diri ini.   “Apa yang di maksud nya itu aku juga bingung dan tidak mengerti ? apa yang sudah di katakan nya saat ini, menjadikan diri ini, aku malas menjadi orang ketiga pada diri mereka berdua.” Ucap Kayla di dalam hati nya yang sangat kacau itu.   Kayla mulai membersih kan diri dan dia mulai terduduk termenung memandangi di depan jendela itu dan dia bertanya pada diri nya lagi. “Apa yang di bicarakan Brian itu akan membuat kesalah pahaman pada diriku nanti, dan aku sangat yakin itu akan mengahancurkan saja demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya demi mendapatkan yang terbaik sama sekali saat ini, juga kenapa diri ini melakukan nya sampai detik ini melakukan nya.”   Di tempat lain Brian yang meresa gugup untuk membicarakan apa yang sudah di katakan pada diri ini semakin tidak yakin saja. Memang tidak ada yang bisa di katakan pada diri ini semakin tidak menjadikan diri ini melakukan nya.   “Bagaimana pun semua nya bisa saja melakukan diri ini mendapatkan hal baru, Kayla pasti sangat marah dan kesal jika aku bertanya seperti ini lagi. Sial!!! aku juga bingung harus bagaimana lagi menghadapi nya saat ini juga, saat ini tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin mendalam juga. Saat ini perjalanan hidup itu akan melakukan nya sampai mendalam saja pada diri ini semakin diri ini tidak melakukan nya satu sama lain lagi.”   Ucap Brian yang sudah sangat gugup takut akan melakukan kesalahan yang semua nya bisa di jadikan pada diri ini melakukan nya sampai detik ini mendapatkan yang terbaik juga.   “Semoga saja aku bisa melakukan nya denga terbaik juga, aku mau menanyakan hal yang sama dan tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin mendalam saja.”   Setelah Brian yang sekarang membayangkan apa yang akan terjadi besok pada diri nya membuat dia semakinmelemah saja. Di sisi lain dia harus menjaga sedikit permasalahan yang melakukan nya sampai mendapatkan yang benar.   Bria yang memiliki perasaan yang sangat mendalam itu terus saja melakukan yang terbaik saat ini. Seperti apa yang sudah di katakan kepada Kayla kalau dia tidak mau menajdi orang ketiga di dalam hubungan orang lain. Begitu lah yang dia rasakan saat ini   Saat itu semua nya bisa di jalan oleh Kayla, walaupun semua nya menjadi sangat berat saja. Di sisi lain tidak ada yang bisa di jadikan pada diri ini semakin yakin saja.   Di pagi hari itu Kayla yang baru saja datang melihat Ria dan Brian yang baru juga datang. Tiba-tiba Ria menyuruh Brian untuk memberhentikan mobil nya tepat di samping Kayla yang sendiri berjalan.   “Brian, berhentikan aku di sana saja, nanti kau parkirkan saja mobilmu.” Ucap Ria kepada Brian.   “Hm oke baiklah.”   Saat Ria berhenti dan menyapa Kayla yang berulang kali dan dia berkata dengan tenang.   “Hei Kayla, kenapa buru-buru?” Tanya Ria yang langsung menghampiri Kayla.   “Ha! Ternyata kau Ria, aku tidak buru-buru. Biasa kau bersama kekasihmu?” Ucap Kayla kepada Ria.   “Iya aku tadi memang bersama Brian, dia sedang parkir mobil nya di sana!” Ucap Ria kepada Kayla.   “Oo... okelah, kalau begitu aku duluan ya Ria bye...” Ucap Kayla yang buru-buru untuk meninggalkan Ria.   Kayla merasa lega sudah meninggalkan Ria di sana sendiri saja, saat ini juga Kayla merasa Ria sengaja untuk mengajak nya mengobrol lagi dan mudah untuk mempengaruhi nya.   “Aku harus hati-hati kepada dia soal nya dia begitu sangat membuat aku resah saja setiap menjalani hari-hari ku. Sekarang aku juga merasa tidak ada kekuatan untuk melakukan pembelaan pada diri ini.”   Kayla berkata dengan lamunan nya di dalam hati dia saat ini juga.   Ray melihat Kayla yang berjalan sambil melamun dan dia berusaha menyelamatkan Kayla yang hampir saja ingin di tabrak seseorang di kampus. “Kay...!!!” Teriakan Ray yang membuat Kayla tersadar dan dia menghela napas yang sangat lega.   “Apa?” Ucap Kayla yang sangat syok. “Untung saja aku melihat nya, kau kenapa? Sampai segitu nya memandang setiap permasalahan itu, seharus nya kau jang membuat diri kau semakin menderita saja.” Ucap Ray kepada Kayla.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN