Memulai Lagi

1070 Kata
“Kenapa? Aku mau bersama kau dulu, masa kau masih saja tidak pernah menganggap diri ini semakin mendalam saja, apa kau tidak rindu kebersamaan kita berdua?” Ucap Ria dengan wajah memelas nya dan membuat Brian semakin luluh dan tidak bisa di jadikan diri ini semakin yakin satu sama lain nya saat ini.   “Iya sudah, ayo kita pergi dulu. Tetapi berjanji kepadaku untuk pulang dengan segara dan merasa tidak ada yang bisa di katakan lagi demi apa pun itu juga.”   “Oke baiklah sayang.”   Akhirnya mereka menghabiskan waktu berdua saja, saat di perjalanan di dalam mobil Ria yang langsung membicarakan hal yang tidak menyenangkan diri Brian. “Brian, apa kau tahu kalau Ray itu menyukai Kayla, maka nya dia sangat kerasa untuk menemui Kayla dan tidak mempermasalah kan apa yang terjadi pada diri nya, contah nya saja dia mau ikut terlibat di dalam kasus Kayla yang berulang kali membuat masalah yang sangat sering.” Jelas Ria yang berusaha untuk meyakinkan diri Brian. “Sudahlah, jangan membicarakan mereka lagi, yang aku tahu kalau Kayla tidak seperti itu, jangan membuat cerita yang semakin aku tidak nyaman saja.” Ucap Brian kepa Ria yang masih keras pada prinsip nya.   “Kau ini!!! selalu saja membela Kayla terus... Apa aku salah mengatakan hal yang sebenarnya kepada dirimu saat ini, sejauh ini juga aku sangat berharap kalau diri ini semakin yakin pada diri ini semakin hari juga tidak ada yang bisa di lakukan demi mendapatkan diri ini semakin mendalam saja juga sampai detik ini melakukan nya diri ini semakin yakin pada diri ini semakin tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin yakin saja.”   Jelas Ria yang sangat kesal kepada Brian.   “Jika kau memasangkan wajah seperti itu, lebih baik kita pulang saja, jangan melakukan nya sampai mendapatkan yang terbaik jugsa demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain lagi juga. Di sisi lain memang mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya.” Ucap Brian dengan sedikit marah kepada Ria yang berulah lagi melakukan nya sampai tidak mengerti lagi apa yang sudah di lakukan nya saat ini, begitu lah yang di lakukan nya sampai mendapatkan diri ini melakukan nya sampai tidak tahu haru bagaimana lagi melakukan nya diri ini semakin yakin pada diri ini mendapat kan nya sampai diri ini mendapatkan diri ini melakukan nya.   “Iya sudah kita lanjut saja pergi nya, jangan membatalkan sebelahg pihak saja, kau itu kebiasaan seperti yang tidak di inginkan satu sama lain nya.” Ucap Ria yang memasangakan wajah kesal nya saat ini.   Dimana pun keberadaan itu berjalan sampai kapan pun terjadi demi mendapatkan yang terbaik juga demi melakukan nya, saat ini perjuangan hidup itu pasti mendapatkan diri ini semakin yakin saja demi melakukan diri ini.   Di tempat lain Kayla yang duduk di taman yang tidak jauh dari kelas nya itu langsung saja dia bertanya dengan wajah serius nya.   “Mau membicarakan apa kepadaku?” Tanya Kayla kepada Ray.   Ray sedikit merasa gugup dan dia semakin tidak yakin pada diri ini semakin tidak menetukan diri ini semakin gemetar saja. “Ee... itu... maksud nya gini, aku mau mengatakan apa yang di katakan oleh orang itu kepada kita berdua ini hanya bohong saja!” Ucap Ray kepada Kayla.   “Ha! Kau mau menjelaskan apa pun itu hanya membuat diri ini semakin tidak yakin apa yang sudah di dapatkan pada diri ini semakin yakin saja. Aku tidak mau mempercayai apa yang sudah terjadi.” Kayla berkata kepada Ray yang sudah puas menjelaskan apa yang sudah di beritahu nya kepada diri nya.   “Itu aku mencari tahu dulu, aku berharap kalau diri ini semakin tidak yakin kenapa diri ini menjadikan semangat pada diri karena Aku tidak melakukan kesalahan yang di tuduhkan kepada banyak orang sampai aku bingung untuk mengatakan apa lagi.” Ray berkata dengan gugup.   “Iya sudah, aku berterimakasih apa yang sudah kau sampaikan kepadaku itu membuat aku semakin kuat saja, dan aku yakin kau akan mendapat informasi itu juga, demi apa pun aku sudah sangat bosan.” Kayla berkata dengan wajah tertunduk.   “Aku tahu semua nya itu yang sudah melakukan nya adalah Ria, dia wanita yang sangat jahat dan tidak memiliki hati yang begitu mendalam sampai detik ini, tidak ada yang bisa aku lakukan sampai mendapatkan yang terbaik juga.”   “Sudahlah, siapa pun orang nya itu, aku harus bisa melakukan yang terbaik untuk diriku. Sampai detik ini aku akan melakukan nya demi mendapatkan diri ini semakin yakin kalau akau tidak salah pasti ada orang yang ingin menjatuhkan diri aku sampai aku begini.” Kayla berkata dengan tenang juga kepada  Ray yang memperhatikan diri nya yang sudah puas dengan jawaban Kayla.   “Syukur lah, kalau kau tidak mau mempermasalah kan apa yang sudah terjadi pada diri ini semakin yakin saja. Saat itu aku sudah mengetahui hal yang sebenar nya karena ini fitnah yang telah di buat kepada diriku.” Ucap Kayla kepada Ray.   “Saat itu melakukan nya diri ini semakin yakin saja demi mendapatkan diri menjadikan hal yang membuat hal yang terbaik juga demi mendapatkan diri ini melakukan nya hal yang terbaik satu sama lain nya diri ini melakukan nya.” Ray berkata kepada Kayla.   “Hm... kalau begitu ada yang mau di bicarakan lagi? Aku sudah malas untuk membahas semua nya demi mendapatkan yang terbaik juga demi mendapatkan diri ini menjadikan hal yang sama.”   “Hm... seperti nya tidak ada yang lagi mau di jelaskan lagi, tetapi Kay, apa kau mau berteman denganku saat ini? Aku tahu kemarin adalah kesalahan aku yang membuat kau sangat kesal dan menghancurkan diri kau saja padahal kau sudah sangat sakit dan kesal pada diri kau masing-masing, saat itu juga kehidupan akan terus berjalan sampai kapan pun berjalan dengan tenang dan membuat diri ini menjadikan diri ini menjadi-jadi.”   Ucap Ray yang sudah merasa sedikit tenang.   “Kita tetap menjadi teman! Aku tidak pernah menganggap siapa pun orang nya untuk menjadi musuhku, hanya saja aku ingin menutupi semua kehidupan aku yang seharus nya aku pendam. Di sisi lain aku juga menjaga diri aku agar tidak ada fitnah yang membuat diri ini semakin kacau saja.” Jelas Kayla kepada Ray.   “Iya sudah kalau begitu terima kasih Kayla yang masih mau menganggap aku teman seperti yang lain nya. Aku berjanji untuk tetap menjaga jarak agar tidak ada permasalahan yang baru akan datang pada diri kita berdua.” Jelas Ray yang sudah tidak ada yang bisa di jadikan pada diri ini melakukan nya sama sekali saat ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN