Langkah kaki Kayla terhenti dan dia berusaha mengerti apa yang akan di ceritakan kepada Ray yang sudah mendapatkan diri ini semakin mendalam saja, di sisi lain nya diri ini melakukan yang terbaik satu sama lain nya.
“Iya sudahm aku mau berbicara kepada kau tapi satu hal yang kau harus tahu kalau aku tidak ada waktu lama untuk membicarakan semua nya demi mendapatkan diri ini semakin mendalam saja. Aku akan tunggu kau di taman di sebelah ruanganku di sana kita akan membicarakan semua nya.”
Ucap Kayla dan dia langsung berjalan lagi meninggal kan Ray yang sudah melakukan yang terbaik satu sama lain, diri ini semakin yakin pada diri nya untuk mendapatkan hal yang sudah melakukan diri ini menjadikan diri ini mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya.
Hati Ray yang sudah merasa sangat lega dia berharap tidak ada yang bisa di pendam lagi, di sisi lain dia berharap kalau Kayla akan mempercayai diri nya yang sudah termasuk menjadi korban oleh Ria, Ray berharap juga Ria akan mendapatkan batu nya yang sudah di lakukan nya saat ini kepada semua orang agar dia tidak mengulangi apa kesalahan yang sudah ada saat ini juga.
Di perjalanan dan sampai lah Kayla di kelas nya dia berkata pada diri nya di dalam hati nya yang sangat galau untuk memikirkan semua nya.
Lalu dia berkata kepada diri ini semakin mendalam saja.
“Entah apa yang sekarang membuat Ray masih saja tidak menyerah untuk menjelaskan apa yang sudah diri ini semakin mendalam saja, saat itu juga dia memang tidak melakukan masalah yang sudah terjadi saat ini, tidak di sangka satu sama lain nya lagi diri ini semakin tidak yakin apa yang sudah di jadikan diri ini mendalam saja.”
Ucap Kayla di dalam hati nya yang sudah sangat kacau menghadapi setiap hari nya yang begitu sangat hampa saat ini, termasuk menjalani setiap hari nya di lingkungan yang sudah banyak tidak ingin mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya diri ini semakin mendalam juga tidak ada yang bisa di jadikan diri ini melakukan nya sampai mendapatkan hal yang sangat baru.
“Hei kay...”
Sapa salah satu teman sekelas nya.
“Ha! Iya ada apa?”
Ucap Kayla yang sangat terkejut dan bingung saat itu.
“Aku lihat kau kenapa dari termenung saja, sebentar lagi dosen akan datang, aku takut nanti kau kesambet hehe... kalau begitu cuci saja wajah mu dulu agar tidak termenung begitu saat ini.”
Ucap teman nya yang sering memperhatikan diri nya yang semakin hari semakin mendalam.
“Baiklah.”
Ucap Kayla yang langsung saja menuju toilet untuk mencuci muka nya.
Di perjalanan dia berkata dengan tenang dan membuat diri nya semakin yakin pada diri ini semakin tidak mengerti harus bagaiamana lagi melakukan nya, sampai di sini tidak ada yang bisa di jadikan pada diri ini semakin yakin.
“Kay...”
Sapa Brian kepada Kayla yang langsung memegang bahu nya.
“Iya Ada. Eh! Kau Brian, ada apa?”
“Hm... kau mau kemana sendirian saja, bukan nya dosen akan mau masuk kekelas juga saat ini.
Ucap Brian kepada Kayla.
”Aku mau ke toilet, iya aku tahu kalau dosen akan segera masuk, silahkan saja masuk terlebih dulu nanti aku akan menyusul kau juga jangan khawatirkan diriku juga di sini aku berharap tidak ada yang bisa di jadikan sesuatu yang sangat penting.”
Ucap Kayla yang langsung saja pergi meninggalkan nya dan dia berkata dengan tenang juga diri ini semakin tidak yakin pada diri ini semakin mendalam juga.
Brian langsung masuk ke dalam kelas dan dia mencari temapat duduk di samping Kayla yang sekarang sangat tepat juga pada diri ini semakin mendalam juga diri ini semakin yakin apa yang sudah berjalan dengan santai juga, tidak ada yang bisa di harapkan oleh Brian lagi untuk selalu ada untuk Kayla yang sangat membutuhkan satu hal kepada diri nya saat ini juga.
Dipertengah perkuliahan berjalan, Kayla merasa diri nya hari itu sangat tidak nyaman pada diri nya sendiri. Di dalam hati nya begitu sangat menderita saja.
Tatapan Brian tertuju Kayla yang sudah tidak merasa diri ini semakin tidak yakin pada diri ini melakukan nya pada diri ini semakin tidak yakin satu sama lain juga saat ini menjauhkan diri ini semakin tidak berarti di dalam hati nya semakin tidak yakin pada diri ini semakin tidak yakin pada diri ini semakin yakin melakukan nya.
Sebelum itu Ray yang sudah menunggu kehadiran Kayla yang masih saja di sana melakukan nya demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain lagi.
Terlihat di wajah Ray yang sangat bahagia saat menunggu kehadiran Kayla yang sudah tidak bersemangat lagi pada diri nya juga demi apa pun perjuangan diri ini akan terus saja mendapatkan yang terbaik.
Saat mata kuliah yang sudah selesai Kayla buru-buru untuk keluar dari kelas dan dia langsung menuju luar. Brian yang sudah tidak sabar ingin menemui Kayla tetapi saat dia keluar dia menemu kan Ray yang sedang berhadapan dengan Kayla saat itu juga.
Kayla yang terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan Ray yang di lihat oleh Brian yang dari kejauhan melihat nya begitu lah rasa yang di ingin kan nya begitu mendalam saja tidak ada kehidupan yang sangat nyata pada diri ini semakin tidak yakin pada diri inya sendiri.
Di dalam hati Brian berkata kepada diri nya sendiri.
“Apa yang di lakukan Ray lagi kepada Kayla saat ini, entah kenapa diri ini semakin tidak yakin pada diri aku sendiri, Kayla seperti nya menyukai Ray.”
Saat itu Brian berusaha langsung menahan hati nya yang penuh penasaran hal yang di ingatkan nya saat ini.
“Memang nya pada diri ini semakin mendalam juga diri ini semakin tidak yakin apa yang sudah di lakukan pada diri ini sesuatu hal yang akan menjadikan diri ini semakin mendalam juga. Aku seperti nya harus menemui Kayla juga.
“Hay sayang...”
Sapa Ria yang menghampiri nya dan langsung mengandeng tangan nya saat ini.
“Kenapa kau sekarang sudah keluar juga, padahal kau mengatakan kalau kau sedang ada mata kuliah tambahan.”
Ucap Brian kepada Ria yang sudah ada di samping nya.
“Hm... kau kenapa sih seharus nya kau senang dong aku bisa pulang cepat menemui kau juga. Tadi aku melakukan tugas yang sudah selesai duluan dan dosen menyuruh aku untuk pergi pulang terlebih dulu.”
Jelas Ria kepada Brian.
“Oo... okelah, kalau begitu ayo kita pulang saja.”