"Kau ingin aku berkata jujur Iya aku ada hubungannya dengan Ray, di sisi lain aku hanya berharap semua nya bisa saja di lancarkan satu sama lain di diri ini sampai aku mengetahui semua nya bisa di jalan kan."
Brian terkejut dengan pernyataan dari Kayla saya tidak tahu lagi harus berkata apa, di sisi lain semuanya bisa dia jalani sampai dia mengetahui Apa isi dari perjuangan tersebut.
"Hmm... baiklah jika memang kau memiliki hubungan jadi aku lebih tahu kalau sebenarnya sudah ada yang memiliki Sampai detik ini aku harus berjuang demi mendapatkan yang terbaik tanpa aku sadari itu, memang Tuhan tidak bisa mentakdir kan seseorang itu dari perjuangan saja."
"Oke lah, sekarang sudah jelaskan?"
"Iya sekarang sangat jelas Apa yang sudah kau katakan itu, sampai di sini aku banyak berharap kalau diri kau tidak ada arti nya lagi satu sama lain nya."
" Oke di sini aku hanya berharap kita masih bisa saling sapa tetapi untuk dekat seperti biasa mungkin tidak jadi jangan banyak berharap untuk mendapatkan yang terbaik semoga kalian bahagia dan dan bisa berjalan menghadapi dunia."
Ucap Brian dan langsung kembali ke tempat tidur nya saat ini.
Kayla sangat terkejut melihat sikap dan mimik wajah Bryan yang sangat berubah Wah itu menjadi sebuah keraguan pada diri Inya sampai dia tidak tahu harus berkata apalagi, Sampai detik ini dalam kehidupan akan menjadi sebuah kenyataan yang tanpa disadari satu sama lain di sisinya mereka menghabiskan waktu tanpa harus mengganggu.
" Untung saja aku cepat berkata begitu kalau dia terus saja mendekatiku yang ada aku akan jadi barang fitnahan orang lain tanpa aku harus berpikir untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan Sampai detik ini aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Ucap Kayla di dalam hati nya yang merasa lega.
Brian tertunduk entah apa yang dipikirkannya saat itu dia begitu sangat kecewa dan merasa dirinya tidak ada artinya lagi, tanpa sedemikian rupa di dalam perjuangan hanya menjadi sebuah kenyataan yang ada.
"Aku harus pasrah apa pun yang telah diperbuat akan menjadi sebuah keinginan nyata, di sini aku harus menata hubunganku bukan aku harus mencari tahu siapa wanita tersebut. Kayla yang benar-benar saat ini ini sudah pergi dari kehidupanku tidak ada satu pun yang harus kukatakan kepadanya."
Kekecewaan Brian timbul begitu saja entah apa yang dipikirkannya saat ini yang terpenting, dia hanya mendoakan agar Kayla bisa menemukan kebahagiaan itu sendiri.
Tidak ada satu pun yang biasa lakukan Jangan sampai aku berharap Jangan pernah berharap diri ini semakin mendalam saja.
Di saat itu Kayla yang masih saja merasa kalau diri nya semakin mendalam saja, entah apa yang sudah terjadi di antara dia dan Brian saat itu, di sisi lain juga di sini hanya satu yang bisa melakukan yang terbaik kepada diri nya.
“Kay, kenapa dari tadi hanya melamun begitu? Apa tidak mendengar kan apa yang aku katakan tadi?” Tanya Ray kepada Kayla.
“Aduh... maaf, lanjut saja cerita nya aku dengar kok. Jangan khawatirkan aku Ray.” Ucap Kayla kepada Ray. “Iya, aku hanya khawatir kan apa yang terjadi lagi kepada dirimu itu, soal Brian ya?” Ray berkata kepada Kayla. Huuk... hukk...
“APA? Kenapa jadi Brian?” Tanya Kayla kepada Ray. Kayla yang masih tidak menyangka pa ayang di katakan oleh Ray kepada nya soal Brian, di situ dia berusaha untuk menenangkan hati nya agar tidak melakukan apa yang terbaik satu sama lain nya.
“Hm... tidak, kenapa kau terkejut begitu saat aku membicarakan Brian? Aku melihat saja dia begitu posesif kepada dirimu, jadi aku masih berpikir kalau dia menyukaimu.” Ucap Ray kepada Kayla.
“Huft... aku juga bingung untuk mengatakan nya, di sini kan dia sudah memiliki kekasih lagi pula untuk apa juga menyukai aku. Ray, aku tidak pernah menganggap dia menyukai aku, jangan membuat omongan yang akan menjadi petaka pada diri aku.” Jelas Kayla kepada Ray yang sudah melakukan yang terbaik satu sama lain.
“Aku hanya melihat dari pandangan yang di berikan Brian kepada dirimu yang saat ini, dan juga aku melihat kenapa kau seperti orang ketakutan saja saat Brian menghampiri kau saat itu juga.” Ucap Ray kepada Kayla.
“Hm... bagaimana lagi, aku bukan takut tetapi aku menghargai pacar nya, yang aku hindari itu hanya sebuah fitnah yang tidak enak di dengar kan saat itu, banyak permasalahan yang datang jika aku saling sapa.” Ucap Kayla kepada Ray, dia terus menjelaskan semua nya kepada Ray yang tepat di hadapan nya, di sisi lain Kayla hanya bisa menjalani apa yang harus di jalani bersama jika melakukan yang terbaik saja, sampai detik ini tidak ada yang bisa di lakukan nya.
Tiba-tiba Brian yang tidak sengaja melewati Kayla dan Ray yang sedang duduk di taman. Ray yang saling bertatap tanpa mengedip dan di saat itu Kayla melihat hanya bisa terdiam saja. Di dalam hati Brian berkata "Sial, kenapa dia harus di hadapan Kayla, dan juga kenapa dia melihat aku seperti itu! Brian kau harus santai jangan menampakan kalau kau bisa melakukan yang terbaik satu sama lain nya lagi." "Kenapa sinis sekali dia memandang aku? dia pikir aku takut jika di tatap begitu." Ucap Ray di dalam hati nya yang sudah sangat kesal kepada diri nya.
Kayla yang melihat tatapan mereka berdua itu seperti tidak saling akur lalu Kayla menegur Ray yang sekarang melakukan yang terbaik. "Kau ini kenapa? Sudah jangan tatapan seperti! Sekarang fokus kepada dirimu jangan menganggap ada permasalahan pada diri nya itu." Tegur Kayla kepada Ray.
"Hmm... aku tidak bermaksud begitu Kay, dia dari tadi hanya menatap sinis kita berdua maka nya aku menatap lagi, dia pikir kalau semua nya bisa semya orang takut." Jelas Ray kepada Kayla.
"Sudah! Ray, aku tidak mau kau mencari masalah kepada diri nya saat ini, biarkan dia menatap sinis yang penting kita tidak melakukan hal apa pun di depan nya sampai di sini aku baru paham kalau semua nya bisa saja terjadi, kalau kau melakukan nya sama saja kau mencari masalah." Jelas Kayla Kepada Ray.
"Iya sudah, aku tidak melakukan nya lagi yang penting kau senang jika aku tidak melakukan nya saat ini, yang penting jangan saja dia mengajak aku baku hantam!." Ucap Ray kepada Kayla.
Kayla hanya menggelengkan kepala nya, dia sangat heran apa yang di katakan oleh Ray saat ini. Kayla berusaha untuk menenangkan situasi yang sedang terjadi di hadapan nya. Wanita itu tidak sepenuh nya menyalahkan Ray tetapi dia merasa kalau Brian yang tidka pernah menyukai Ray.
"Memang kenapa dia sangat tidak menyukai Ray, padahal dia biasa saja tidak mencari masalah kepada diri nya. Di sisi lain tidak pernah menganggap diri nya menjadi sebuah kenyataan yang ada, Ray hanya sebagai perantara saja untuk menipu dia dan jangan sampai dia bisa melakukan yang tidak pantas."
Jelas Kayla di dalam hati nya sangat begitu bingung.