Di tempat lain Ria dan Brian yang masih memperdebatkan hal yang tidak masuk akal dan berusaha untuk tenang juga.
"Kau kenapa sih dimana ada Kayla di situ ada kau juga!"
"Kau selalu saja begitu menghadapi setiap permasalhan yang ada di saat ini menjadikan pada diri ini kebersamaan nya."
"Wajar saja, kalau ku tidak mengetahui nya saat itu. Kau memang menyukai diri nya sampai detik ini menjadi jadi sebuah diri ini semakin yakin kalau kau ada perasaan itu."
"Ria, kau ini kenapa selalu saja begitu melakukan yang sudah di berikan saat ini menjadi kan diri ini. Demi perjalanan diri ini melakukan diri ini semakin yakin kau memang tidak menyukai Kayla maka nya kau melakuka nya satu sama lain nya."
"Diri ini melakukan yang terbaik sampai ini, jangan melakukan diri ini mendalam saja. Sampai detik ini menjadikan diri ini semakin mendalam, tanpa memikirkan hal yang baru saja."
Brian sudah sakit hati dengan perkataan Ria, yang berulang kali tidak mau bisa dikontrol kembali sampai saat ini Ria masih bersikeras untuk mengatakan kalau dia benar saat ini.
Di dalam itu Brian hanya bisa menahan saja apa yang sudah di katakan nya saat ini.
"Kau memang selalu menganggap diri kau tersakiti saja, padahal Kayla sudah banyak membantu kau dan ingin selalu ada dia sangat berharap di setiap perjalanan itu bisa diatasi dengan sebuah keinginan yang nyata tanpa didasarkan dengan perasaan yang ada."
"Kau ini bukan membela kuota tapi membela Kayla terus aja begitu sampai aku tidak tahu harus berkata apa lagi. di dalam perjalanan itu akan terus ada orang yang ingin menyakiti dan dapatkan salah satu Hati ini menjadi sebuah keinginan yang nyata saja."
"Argghh... aku tidak percaya apa yang kau katakan itu. Padahal aku beritahu kalau semua nya biasa aja dijalani bersama tanpa berpikir panjang, satu sama lain pun aku tetap bertahan di sebuah kenyataan itu di sisi lain juga ga aku dan Kayla hanya berteman tidak lebih dari itu semua."
"Terserah!!!"
Brian langsung pergi meninggalkan Ria yang berada di kantin sendirian. Entah kenapa saat itu pria tersebut sangat marah dan kesal tidak bisa mengontrol dirinya sendiri tanpa berpikir panjang juga kadang dia semakin tidak berarti.
Suatu hal itu terus saja bisa dilakukan tanpa berpikir kalau ini akan menjadi yang terbaik demi masa depan tetapi di saat itu juga di dalam perjuangan akan menjadi keindahan semata saja.
"Brian!!! Kau ini selalu saja begitu kepadaku."
Teriakkan Ria yang sangat menggelegar.
Brian terus saja berjalan dan menuju kearah ruangan nya.
Ria juga menyusul Apa yang membuat Brian sangat kesal hari itu, tanpa dia sadari juga di sisi lain apa pun perjuangannya itu hanya sebatas itu saja tidak ada satu pun yang bisa membantah.
"Aku ada mata kuliah yang harus di selesaikan, jadi jangan ganggu aku dulu, paham?"
Ucap Brian dengan wajah sadis nya saat ini tidak menentu sama lain nya, di sisi lain nya juga hanya menganggap diri ini semakin mendalam satu sama lain nya.
" Oke aku akan menunggumu sampai mata kuliah selesai yang terpenting nanti aku akan pulang bersamamu Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisi aku di hidupmu."
Jelas Ria yang berteriak.
Tiba-tiba terkejut melihat Ria yang begitu sangat berbeda, di sisi lain juga dia terkena menjadi wanita yang sangat lembut dan baik hatinya. Entah kenapa hari itu dia sangat sial tidak ada satupun yang bisa mereka hadapi satu sama lain.
Di dalam hati Brian sangat kesal dan dia berkata.
"Memang Ria Selalu saja membuat aku kedal akhir akhir ini, tidak ada satupun yang bisa di dapatkan sama yang lain. di perjuangan itu akan terus saja bertahan demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya."
Brian melihat Kayla yang ternyata duduk tepat di belakang nya, dan dia berharap tidak ada yang bisa di jadikan lagi untuk melakukan nya yang terbaik satu sama lain nya.
Brian menghampiri nya dan dia berusaha untuk tetap menjadikan diri nya semakin tidak melakukan yang terbaik juga.
"Kay, hari ini ada waktu sebentar?"
Tanya Brian secara tiba-tiba.
"Ha! Memang nya kenapa?"
"Iya aku ingin menanyakan mata kuliah yang tidaj aku pahami saat ini sampau aku tidak menahami jika belajar sendiri "
Brian berkata Kepada Kayla.
"Maaf aku tidak mau kalau, Aku tidak mau kalau nanti jadi masalah yang mengatakan kalau aku menjadi orang ketiga di sini, aku sudah merasa sangat kecewa kepada semua orang yang selalu menghina aku jika aku ngerebut kau dari Ria."
"Jangan memang tidak ada yang bisa di jadikan diri ini, jangan kan diri ini semakin akan lakukan diri ini."
" Aku sekarang yang tidak bisa dilakukan lagi di sini aku juga banyak berharap kepada dirinya nya, pada dasarnya kekuatan itu biasa aja dijadikan yang terbaik demi masa depan aku tidak ingin menghancurkan hubungan orang hanya sekedar ini saja kok bisa aja belajar kepada Ria."
"Memangnya aku mengatakan begitu kalau kamu jadi orang ketiga di kehidupan aku dan Ria?"
" Memang kau tidak mengatakannya hanya saja Aku ingin menjelaskan kalau aku tidak ada apa-apa di antaranya hal itu, sebenarnya kau saja belajar sendiri tanpa harus mengajak aku untuk belajar bareng dan tidak membawa pacarmu yang seharus kau jaga dia."
"Tidak pernah mempermasalahkan hal itu aku yang terlalu baperan! Ya sudah kalau memang itu tidak mau sekarang Aku ingin menceritakan hal al dan selalu dan juga menanyakan sesuatu yang belum aku sempat ku tanyakan di sisi lain aku sangat berharap tidak ada apa-apanya lagi di kehidupan ini."
"Silahkan!"
"Hmm... begini apa kau memang menyukai Ray? aku melihat kau selalu dekat dan sangat tidak seperti biasanya aku cuma ingin meyakinkan diriku sendiri agar aku tidak ingin mengganggu dan menghancurkan orang lain."
" Iya tidak apa-apa apa gini saja ya aku jelaskan ada hubungan atau tidaknya aku dengan Ray itu semua pribadiku jadi jangan pernah menganggap Kau bisa mengetahuinya, Aku tidak pernah berpikir Kalau nantinya nanti kau akan menjadi orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain."
Jelas Kayla kepada Brian.
"Enggak tahu itu tidak ada urusannya denganku, hanya saja Aku ingin kau bisa memberitahu kepadaku agar aku senjata jarak dan tidak akan mengganggu hubungan kalian di sisi lain aku menganggap semuanya bisa dijalankan bersama satu hal yang harus dijelaskan sama sekali tersebut."
Ucap Brian kepada Kayla.