Di dalam hati Ria semakin kesal kenapa kekasih nya datang untuk mengunjungi nya dia berharap jangan ada permasalahan yang akan datang jika memang dia datang saat ini.
“Sial! Brian kenapa harus menghalangi aku jika ingin bertemu dengan Kayla. Susah dong aku mencari tahu permasalahan yang ada. Saat ini memang diri ini semakin mendalam saja, jangan sampai ada yang bisa di lakukan dar yang lain nya diri ini semakin tidak mengerti apa tujuan dari semua nya sampai mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya di saat ini.”
“Hm... Ria, kenapa kau tidak mengajak aku ke kantin juga?”
Tanya Brian yang tidak tahu apa-apa yang sudah terjadi saat ini sampai juga tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya demi masa depan yang terbaik juga sampai detik ini semakin mendalam.”
“Memang nya apa yang sudah di katakan nya saat ini memang diri ini semakin tidak berarti saja sampai hal apa pun yang terjadi juga saat ini semakin mendalam saat ini demi melakukan yang terbaik.”
“Hm... itu tadi aku sudah mengajakmu untuk sarapan tetapi kau tidak menanggapi apa yang aku katakan tadi! Kenapa itu akan bisa di jadikan diri ini semakin mendalam saja. Tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin mendalam.”
“Memang aku bukan menjadi sebuah keyakinan yang nyata, di diri ini semakin hari hanya diri ini semakin tidak ada yang bisa melakukan yang terbaik demi mendapatkan nya saat ini.”
Kayla merasa diri nya sudah tidak nyaman langsung saja dia pergi meninggalkan semua nya demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya.
“Maaf aku duluan ke ruangan ya, ada yang mau aku kerjakan sampai aku tidsak tahu harus mengatakan apa-apa lagi saat ini, memang sejauh ini tidak ada yang bisa aku gantikan sama lain nya juga.”
“Kenapa buru-buru?”
“Tidak apa-apa aku duluan ya semua nya.”
Kayla langsung beranjak dari tempat duduk nya dan dia meninggalkan mereka berdua agar tidak berlanjut dan tidak nmau menjadi orang ketiga dari hubungan mereka dari tadi hanya bisa bertengkar begitu saja, sampai detik ini tidak ada yang bisa di jadikan patokan lagi oleh Kayla yang sudah sangat risih.
“Untung saja aku bisa terbebaskan dari perangkap kedua nya, aku merasa tidak nyaman apa yang sudah di katakan saat ini, sejauh ini cuma dia yang di dahulukan juga tanpa memikirkan panjang masalah tersebut sampai tidak ada yang bisa di jadikan kepercayaan.”
Ucap Kayla di dalam hati nya.
Saat itu Ray yang melihat apa yang sudah terjadi di kantin lanngsung saja dia menghampiri Kayla yang sudah pergi dari kantin.
"Kay, tunggu!!!"
Sapa Ray yang langsung menarik tangan Kayla.
"Iya, ada apa Ray?"
"Kamu baru selesai sarapan ya? Kenapa tidak mengajak aku?"
"Hmm... Itu tadi Ria yang mengajak aku sampai ku tidak tahu harus menolak nya bagaimana lagi tadi sampai aku tidak paham bagaimana lagi tadi nya."
"Oh Ternyata kau bertemu sama Ria? Jadi siapa harap kalian tidak bertemu aku cuman mengingatkan kepada dirimu saja Kayla kalau dia hanya ingin menyakitimu saja nanti untuk saja Brian datang secepatnya. "
"Maksudnya gimana?"
"Iya dia itu memang tidak menyukai kau, maka nya dia begitu dan berpura baik di depan semua orang."
"Tidak ada yang bisa di lakukan lagi, di mana pun kejadian diri ini memang tidak ada." ucap Kayla kepada Ray.
"Sesaat diri ini melakukan yang terbaik juga, diri ini semakin mendalam juga."
"Dia memang sudah menghancurkan semua nya diri ini semakin mendalam ini, menjadikan dari ini semua, Ria memang selalu ingin mencari kesalahan pada diriku juga." Ucap Kayla kepada Ray.
Ray melihat sangat kasihan apa yang sudah di lakukan nya diri ini semakin melakukan diri inia menjadi mendalam, memang di perjuangkan diri ini.
"Ray, kau kenapa kau melakukan nya demi mendapatkan yang terbaik juga. Memang kau sudah melakukan nya diri ini menjadikan diri ini."
"Aku juga mau melakukan nya diri ini menjadikan sebuah keyakinan, Ria memang tidak mau melakukan nya sampai mendapatkan nya."
"Sudahlah, jangan di bahas lagi. Sekarang memang diri ini menjadikan sebuah kenyataan yang nyata."
"Iya aku juga bertahan diri ini, melakukan semua nya menjadikan diri ini sudah mendapatkan diri ini. Memang jadi kan diri ini melakukan diri mendapatkan nya satu sama lain nya."
"Memang semua nya diri ini, melakukan nya saat ini diri ini selalu bersabar untuk menjalani nya sama lain nya."
Ucap Kayla berkata kepada Kayla.
Ray yang selalu saja bertahan di sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya. Diri ini semakin mendalam saja. Ray berusaha untuk menolong kehidupan Kayla dan dia melakukan nta diri unu semakin mendalam.
"Kenapa kau bersedih?"
"Tidak bersedih, aku hanya ingin melakukan nya yang terbaiknjuga demi mendapatkan diri ini. Selain itu juga di dalam perjalanan diri ini melakukan diri ini semua nya."
"Iya, memang kau lakukan diri ini mendapatkan diri ini semakin mendalam juga. Di dalam juga memang diri ini yakin pada diri nya menjadikan diri ini."
Ucap Kayla kepada Ray yang terduduk diam nya diri ini.
"Jangan pernah menganggap aku diri ini semakin mendalam saja, di sisi lain dari kehidupan yang mendalam nya diri ini melakukan yang dari diri ini. Tidak ada sampai melakukan nya diri ini semakin mendalam saja juga."
Ucap Kayla kepada Ray.
"Jangan diri ini, memang sampai kapan diri ini semakin mendapat kan nya. Jangan diri ini melakukan diri ini melakukan diri ini menjalankan diri ini. Kayla, kau harus kuat diri ini semakin mendalam juga, di sini aku memang diri ini selalu saja menganggap aku semakin mendalam."
Ucap Ray kepada Kayla pada diri nya sampai tidak akan menjadi diri ini semakin mendalam.
"Engkau harus selalu ada untukku disini aku berterima kasih apa yang telah kau lakukan kepada diriku juga Sampai detik ini aku masih bertahan demi mendapatkan efek pada diri kita sendiri Berjanjilah untuk dan tidak pernah menganggap makin kaca saja."
" Iya aku akan selalu ada untukmu aku berjanji tidak ada satupun orang yang menyakiti ataupun membuat kecelakaan saja saat ini di sisi lain aku sudah berasa kalau banyak orang yang ingin menghancurkan kita ingin terburuk pada diri kita juga jadi percaya atau tidaknya harus kuat menjalankan nya."
Ucap Ray kepada Kayla.
"Oke terima kasih Ray, kalau begitu ayo kita ke ruangan saja jangan sampai ada diri ini semakin tidak fokus pada ke jalan nya."
"Oke baiklah kalau begitu jangan pernah menganggap tidak ada arti nya."