Begitu Saja

1146 Kata
  Kayla menjelaskan apa yang sudah terjadi di dalam kelas tadi kenapa bisa Brian membantu dia sampai tidak tahu harus apa lagi di jalani nya.  Ada rasa cemburu di dalam hati Ray ketika Kayla banyak menceritakan kebaikan Brian yang ada di lihat saat itu entah kenapa di perjuangan tersebut tidak ada yang bisa dia andalkan lagi satu sama lain nya, tidak ada Ray merasa kalau Kayla memiliki perasaan yang sangat mendalam kepada Brian.   “Apa dia menyukai Brian? Aku merasa sedikit risih saat dia berbicara tentak kebaikan Brian yang berulang kali nya sampai aku tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya.”   “Ray! Kenapa kau melamun saja? Apa kau tidak mendenagrkan apa yang aku bicarakan saat ini juga aku sangat paham apa yang sudah kau katakan saat ini.”   “Tidak apa-apa, memang nya kau terlihat sangat tidak bersemangat begitu ya? Hehehe... sudah jangan di bahas lagi memang aklu sedikit tidak sehat saja saat ini, memang nya ada apa yang bisa kita lakukan lagi?”   “Hm... kau terlihat seperti tidak bersemangat begitu.”   “Tidak Kay, aku boleh berbicara kepadamu?”   “Tentu saja boleh, katakan saja.”   “Hm... apa kau menyukai Brian?”   Kayla terhenti mengambil makanan dan dia sangat terkejut apa yang dia katakan Ray saat ini, dia masih tidak menyangka. Memang nsaat ini tidak adayng bisa di andalkan lagi di sisi lain nya semua nya bisa di jadikan diri ini melakukan yang terbaik juga, demi apa pun itu semua nya bisa di jadikan diri ini semakin mendalam satu sama lain nya.   “Ray, kau kenapa menanyakan hal itu kepadaku saat ini?” Aku tidak mengerti apa yanh sudah di jadikan pada diri ini semakin mendalam juga sampai detik ini perjuangan hidup ini akan menjadi sebuah kenyataan yang panjang sama sekali.”   “Iya aku melihat kalau Brian itu selalu ada untuk mendapatkan yang terbaik juga demi mendapatkan yang terbaik di sini, memang tidak ada yang bisa di jadikan sebuah kenyataan yang sama sekali tidak berarti saja, di sisi lain perjuangan itu akan melakukan diri ini melakukan nya.”   “Memang tidak ada yang bisa di lakukan dari yang lain nya sama sekali. Tidak ada yang bisa di jadikan diri ini melakukan nya sampai lah di sisi lain nya. Memang tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin mendalam saja.”   “sekarang ini aku tidak mau di anggap menjadi orang ketiga di dalam hubungan orang lain. Di sisi lain semua nya bisa saja menjadikan diri ini semakin yakin saja apa yang sudah di lakukan nya.”   Kayla yang berusaha untuk menjelaskan apa yang sudah di pertahan kan kalau dia tidak mau lagi menghadapi nya sama sekali.   Brian selalu berusaha untuk mengingat apa yang sudah di alami nya dan juga mencari wanita yang saat itu membuat diri nya semakin penasaran, dia selalu saja menganggap diri ini tidak pernah melakukan nya sampai dia tidak memiliki perasaan yang berlebih kepada Ria sampai saat ini.   “Aku masih mencari wanita itu, tetapi di sisi lain aku memiliki pasangan saat ini. Huft... aku juga tidak pernah berpikir kalau semua nya akan bisa di jalan kan nbegitu saja tanpa memikirkan apa pun itu yang bisa di jadikan diri ini semakin mendalam saja.”   Di malam hari nya dia masih saja gelisah pada diri nya yang tidak menentu juga dan dia berusaha untuk mendapatkan yang terbaik pada diri nya dan merasa kalau yang dia miliki hanya Ria saja di dalam hati nya.     Keesokan pagi nya di suasana pagi yang sangat cerah ini begitu mendalam saja, tidak ada yang bisa di lakukan lagi. Kayla yang sedang bersantai sampai dia tidak pernah berpikir kalau semua nya bisa di lancar kan lagi saat in, di perjuangan itu hanya membuat diri ini semakin mendalam saja.   Ria yang baru saja datang dan melihat Kayla yang sedang berada di taman kelas nya dan membuat diri ini semakin mendalam saja tanpa memikirkan sama lalin nya.   “Kay, selamat pagi.” Sapa Ria yang berusaha ramah kepada nya.   “Iya pagi.”   “Ke kantin yuk! Aku ingin sarapan soal nya Brian diajak tidak mau.”   “Iya sudah ayo... tidak ada yang bisa di jadikan lagi permasalahan yang sudah di katakan yang lain nya, di diri ini semakin mendalam saja demi apa pun itu bisa di jadikan diri ini semakin mendalam saja.”   “Oke baiklah.”   Kayla dan Ria yang sedang berjalan dan Ray melihat nya dari kejauhan dia berusaha untuk menenangkan nya agar tidak terjadi apa-apa juga saat ini, sampai detik ini hanya menganggap diri ini semakin mendalam.   “Kayla kenapa mau pergi bersama dengan wanita jahat itu, pokok nya aku harus melihat Ria apa yang dia lakukan kepada Kayla.” Ucap Ray yang sudah melakukan yang terbaik satu sama lain nya juga.   Sesampai nya Kayla dan Ria yang berada di kantin itu dia berkata dengan tenang kalau semua nya bisa dia lakukan demi mendapatkan yang terbaik untuk masing-masing nya.   “Kay, biarkan aku yang mentraktir kau hari ini.” Ria berkata kepada Kayla.   “Jangan repot-repot kau itu sudah aku katakan kalau semua nya diri ini semakin mendalam saja jangan sampai ada saja membuat diri ini semakin mendalam satu sama lain nya.”   “Tidak apa, aku memang mau mentraktir kau hari ini. Tidak ada yang bisa di jadikan diri ini semakin menjadi saja agar tidak melakukan diri ini melakukan yang terbaik juga.”   “Oke baiklah, terima kasih Ria.”   “Tidak apa jagan merasa sungkan begitu sampai aku tidak mengerti apa yang sudah di katakan saat ini juga demi apa pun perjalanan hidup itu.”   Ria langsung beranjak dari tempat duduk nya dan dia langsung saja pergi meninggalkan Kayla yang berada di sana dia berusaha untuk melakukan yang terbaik juga demi mendapatkan yang terbaik saat ini entah kenapa diri nya semakin yakin kalau semua nya.   “Kenapa Ria begitu baik kepdaku hari ini, terkadang aku bingung kenapa dia begitu kepadaku sampai aku tidak mengerti apa yang dia maksud sekarang. Terkadang aku bingung sifat yang sering sekali berubah nya.”   Penasaran Kayla semakin menjadi entah apa yang dia pikirkan saat ini hanya ingin menjaga saja diri saja jangan sampai ada permasalahan yang ada juga.   Brian yang tiba-tiba datang dan dia berusaha menghampiri Kayla.   “Kay, kenapa kau di sini sendirian?” Tanya Brian kepada Kayla.   “Brian kau kenapa ke sini?” Tanya Ria yang tiba-tiba datang untuk menghampiri nya saat ini.   “Lah! Kau kenapa di sini?”   “Aku kan sedang sarapan pagi bersama Kayla, memang nya ada salah pada diriku saat ini jangan begitu aku juga tidak mau melakukan apa pun demi mendapatkan yang terbaik saat ini untuk diri ini juga.”   “Ooo iya begitu.”   “Iya Brian, aku sedang sarapan bersama Ria.”   “Iya, maaf mengganggu kalian.”   “Kenapa pergi? Sarapan bareng saja jangan merasa sungkan begitu.” Ucap Kayla kepada Brian.   “Hmm... baiklah kalau begitu aku ikut bergabung saja.”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN