Setelah mata kuliah selesai Kayla berusaha untuk berdamai di dalam hati nya sampai dia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya sampai detik ini perjuangan hidup mereka akan terus saja berjalan dengan lancar sampai hati nya terus saja bergejolak terus menerus dan semakin yakin pada diri ini kalau tidak ada yang bisa di ragu kan lagi sampai mengetahu apa yang telah terjadi saat ini.
“Brian...”
Sapa Kayla kepada Brian.
Brian yang sibuk menyusun buku-buku yang berada di meja nya, lalu dia tersenyum.
“Iya Kay, ada apa?”
“Begini... soal tadi itu maaf sudah merepotkan kau yang seharusnya tidak melakukan nya sampai detik ini aku masih merasa bersalah juga saat ini.”
Brian berkata sambil tersenyum dan menunjukkan kalau diri ini semakin yakin pada diri ini akan menjalani nya sampai detik ini melakukan yang terbaik juga.
“Oo... itu jangan di pikirkan aku tahu kau memang tidak memperhatikan mata kuliah yang tadi maka nya aku sebagai teman membantu kau saja, aku tidak mau kau terlihat sangat menyusahkan sampai kau melamun begitu hehee...”
“Iya aku juga merasa akhir-akhir ini aku selalu saja melamun dan tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya. Detik ini semua nya bisa di lakukan diri ini semakin mendalam saja. Sampai detik ini akan menjalani satu sama lain nya diri ini tidak pernah melakukan yang terbaik sampai detik ini.”
“Iya sudah jangan di pikirkan Kay, kau itu butuh istirahat dan tidak mau melakukan yang terbaik juga sampai detik ini semakin yakin kalau kau akan baik-baik saja.”
Ucap Brian kepada Kayla.
“Oke kalau begitu aku pulang dulu ya sampai ketemu besok hari nya lagi Brian.”
Kayla berkata kepada Brian.
“Kayla!”
Panggil Ray yang langsung mendatangi Kayla.
Brian sangat terkejut dan dia berusaha untuk tenang dan dia berkata tidak mau melakukan yang terbaik juga sampai detik ini, di dalam perjalanan hidup itu bisa saja mereka berdua memiliki hubungan begitu.
“Brian duluan ya? Ray sudah menjemput aku.”
Ucap Kayla kepada Brian yang sudah melakukan yang terbaik satu sama lain nya.
Brian hanya tersenyum dan lalu tertunduk dia merasa sedikit sakit melihat kedekatan Kayla dan Brian dan dia merasa ada yang lain membuat diri ini semakin yakin kalau mereka memiliki hubungan yang lebih dari teman.
“Hm... memang betul dugaanku kalau dia memiliki hubungan yang sangat jauh, tapi sudah lah aku biasa saja. Sekarang ini kenapa hati aku semakin tidak yakin kalau diri ini akan menjadikan diri ini makin mendalam saja, dan yang aku rasakan seperti orang yang tidak melakukan apa-apa lagi demi apa pun perjalanan itu. Semaoga saja Kayla bisa bahagia dan merasa hari-hari nya berjalan dengan lancar saja.”
Ucap Brian di dalam hati nya dan dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Di luar Ria melihat Ray yang baru saja keluar dari ruangan sedang menemui Kayla.
“Pasti mereka memang memiliki hubungan, sangat cocok mereka menjadi pasangan yang sangat di benci banyak semua orang.”
Ucaup Ria dengan senyuman miring nya dan dia akhir nya dia menemui Brian yang masih saja duduk di dalam kelas nya.
“Sayang... kenapa kau masih saja di sini?”
“Tidak apa-apa. Kenapa kau masih saja belum pulanng?”
Tanya Brian kepada Ria.
“Kau ini kenapa pura-pura lupa kalau aku akan setiap hari nya pulang bersamamu, huft... menyebalkan sekali saat ini memang diri ini semakin yakin kau memang tidak memperdulikan aku sekarang ini aku jadi semakin yakin juga.”
Uap Ria yang merasa diri nya sangat sedih dan kesal.
“Ria! Sudahlah merengek seperti itu, ayo sekarang kita pulang saja.”
“Oke baiklah.”
Di pertengah jalan Ria berkata kepada Brian dia merasa kalau tidak ada yang bisa di jadikan lagi satu sama lain nya, diri Ria merasa bahagia juga.
“Sayang... aku mel;ihat Ray dan Kayla semakin dekat saja, apa benar dia memiliki hubungan? Aku sangat penasaran.”
“Sudahlah, itu urusan mereka juga dan biarkan mereka bahagia!”
“Hm... kenapa wajahmu sangat terlihat sangat kesal dan membuat aku semakin yakin kau seperti orang yang tidak menyukai hubungan mereka terjalin.”
“Bukan begitu! Aku malas membahas orang orang agar tidak melakukna yang terbaik juga diri ini hanya mau tenang saja saat ini jangan melakukan yang tidak baik satu sama lain nya aku juga merasa kau harus tidak mengganggu orang lain.”
“Memang nya aku mengganggu orang lain? Padahal aku mau menceritakan semua nya apa yang sudah terjadi juga demi mendapatkan yang terbaik juga.”
Ucap Ria yang sangat kesal kepada kekasih nya saat ini.
“Sudahlah, aku malas untuk membahas semua nya. Sekarang aku mau pulang dan tidak ada yang bisa di lakukan lagi demi apa pun itu menjadikan hal yang terbaik juga.”
“Oke baiklah kalau begitu, aku juga mau pulang dan beristirahat dengan tenang.”
Brian yang tidak mau menanggapi apa-apa sampai dia masih bingung memikirkan apa yang sudah terjadi pada diri nya saat ini setelah mengetahui apa yang sudah terjadi pada kedua pasangan tersebut semakin dekat saja mereka jalani sampai tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya satu sama lain lagi diri ini semakin yakin jika tidak ada yang bisa di jalankan satu sama lain nya lagi tidak ada yang bisa di jadikan melakukan yang terbaik satu sama lain nya saat ini, Brian mau bertanya lain tetap saja Kayla berusaha menutupi nya.
Di tempat lain Kayla yang sedang berada di luar makan siang bersama dengan Ray yang di lihat tidak ada rasa canggung l;agi di antara mereka berdua sampai detik ini.
“Kay, tadi kau kenapa Brian yang melihat aku sinis begitu, entah itu perasaan aku saja atau tidak.”
“Itu hanya perasaan kau saja jangan di pikirkan lagi itu hanya merasakan diri ini semakin yakin kalau diri kau akan melakukan yang terbaik satu sama lain nya di sisi lain hanya diri ini melakukan nya sampai mendapatkan yang terbaik juga.”
“Iya mungkin itu juga.”
“Brian tadi sudah menolong aku maka nya aku menemui nya dan berterima kasih apa yang sudah di selamatkan nya aku sampai aku tidak di hukum oleh dosen jika tidak melakukan apa-apa tadi.”
Jelas Kayla kepada Ray.
“Memang tidak ada yang bisa di lakukan diri ini semakin yakin kalau tidak ada yang bisa di jadikan diri ini mendalam saja. Tidak ada yang melakukan diri ini menjadikan diri ini semakin tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya.”
Ucap Ray kepada Kayla.