"Sudah aku sekarang mengerti apa yang kamu rasakan saat ini jauh di pemikiran aku kalau kamu akan terus berada di setiap tatapan Brian membuat kamu langsung berubah begitu. Aku tahu kalau Brian tidak menyukai aku saat berdua denganmu Kay, bagaimana pun aku tidak akan pernah ingin menyakitimu, dia sudah memang mengingatkan kepadaku kalau aku tidak boleh menyakitimu begitu saja, jadi aku yakin apa yang telah di bicarakan kepadaku itu tidak akan aku hiraukan, aku juga yakin kalau dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia sudah di miliki oleh Ria."
"Yang benar saja dia melakukan itu kepadamu? Aku juga tidak tahu kenapa dia bersikap begitu dengan aku, sampai detik ini pun Kayla tidak pernah merasa ada sesuatu yang bisa di lakukannya."
"Jangan di pikirkan lagi, dia memang begitu kepadaku, sampai sekarang pun aku tidak merasa takut dengan ancamannya yang selalu menakuti aku."
"Oke baiklah."
Di pertengahan jalan ini, Kayla sudah merasa tenang juga. Perlahan Ray memegang tangan dengan lembut dan berkata "Kay!"
Kayla yang sangat terkejut dan hanya melihat senyuman Ray yang sudah tidak merasakan getaran, lalu dia tertunduk malu.
"Kay, salah tidak kalau aku memiliki perasaan denganmu seperti ini, aku juga tidak tahu harus mengatakan bagaimana lagi denganmu."
Jantung Kayla berdetak kencang, tidak ada yang bisa dia katakan lagi. Terasa sangat bingung dia untuk menjawabnya semuanya.
"Kenapa kamu berkata begitu kepadaku?"
"Ada yang salah aku katakan ini, memang dari awal aku menyukai kepribadianmu, agar semuanya bisa kita jalani bersama, tidak seorang pun yang bisa menggantikan kepribadianmu yang begitu membuat aku sangat terkagum, percayalah saat ini aku sudah menjatuhkan hatiku dengan kamu, selama ini pun aku menahan terus agar aku bisa berada di sisimu selamanya." Ucap Ray dengan percaya dirinya.
Tiba-tiba Ray memberhentikan mobilnya dan membuat Kayla sangat panik dan bertanya "Ray, kenapa kamu memberhentikan mobil mendadak begini, cepat lah hari sudah malam jangan berlama-lama di sini nanti ada orang lain melihat kita berada di jalan seperti ini. "
Ray hanya menundukkan kepalanya, dan kedua tangannya masih memegang stir mobilnya dengan wajah yang sangat serius. lalu dia berkata "Kay, aku sangat mencintaimu."
"Ray, jangan bercanda. aku tidak menyukai itu, ayo segeralah pulang besok aku ada kegiatan di kampus yang sangat banyak."
Ray langsung memandang dengan tatapan yang menakutkan, dia langsung mendekati wajahnya di hadapan wanita itu, dengan pasrah Kayla menerima setiap kecupan Ray yang sangat ganas, Ray yang mendekap dengan erat tubuh Kayla, wanita tersebut langsung mendorong dengan paksa tubuh Ray tetapi tidak bisa, semakin dia memberontak semakin pula dia mempertahankan dekapan itu. Tiba-tiba Kayla berteriak dengan kencang, "Ray, lepaskan!!!"
Ray langsung memberhentikan aksinya, dan dia baru menyadari apa yang telah dia perbuat dengannya, lalu dia berkata dengan nada yang sangat bersalah, "Kay, maafkan aku. Aku khilaf! aku benar-benar tidak menyadari apa yang aku lakukan ini denganmu. Aku mohon jangan marah denganku."
Kayla yang masih syok dengan apa di lakukan oleh Ray kepadanya, "Ray, aku tidak menyangka kamu melakukan itu kepadaku, sejauh ini tidak ada yang bisa di lakukan lagi , antar kan aku pulang tolong!!! aku tidak menyangka apa yang kau lakukan kepadaku, sama saja kau dengan pria kebanyakkan!"
"Kay, maafkan aku! aku tidak bermaksud begitu."
"Sudahlah, aku tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi, cepat lajukan mobil ini atau aku akan pulang sendiri saja." Ucap Kayla yang sudah ingin membuka pintu, dan akhirnya Ray mempertahankan nya dan segera mengantarkan Kayla pulang.
Di dalam mobil pun mereka tidak biasanya saling diam, Ray yang sagat merasa bersalah tidak tahu harus berkata apa-apa, dan Kayla yang masih syok dengan kejadian tadi tiba-tiba mengeluarkan air matanya, lalu Ray masih saja berusaha mengajaknya berbicara tetapi tidak di hiraukan sampai lah di depan rumah Kayla, wanita itu langsung berlari masuk ke dalam rumahnya tanpa berpamitan dengan Ray yang merasa bersalah.
"Sial! kenapa aku melakukan itu, bodoh sekali aku ini. Besok aku akan menemuinya dan meminta maaf terlebih dahulu, memang aku sangat bodoh memperlakukan dia seperti wanita yang tidak ada harganya saja." Rutuk Ray yang merasa bersalah.
Tangisan Kayla yang pecah itu membuat asisten rumah tangganya sangat terkejut dan langsung menghapirinya di kamar dan dia berkata "Mbak, kenapa menangis? ada yang bisa saya bantu."
Kayla menjawab dengan suara tersedu, "Aku tidak apa-apa bu, aku baik saja. Bu istirahat saja jangan khawatirkan aku, sekali lagi aku tidak apa-apa."
"Baiklah mbak, kalau begitu saya beristirahat dulu."
Kayla sangat menyesali itu, Ray yangdi percaya telah mengkhianatinya juga seperti pria kebanyakan, tidak sedikit pun iba dia melakukan hal itu kepadaku. Rutuk Kayla yang masih belum menerima apa yang di lakukannya.
terdengar ponsel Kayla berdering, melihat Ray yang meneleponnya berulang kali, tidak sedikit pun Kayla membalas pesan dan teleponnya selalu di abai kan saja, di tempat lain Ray yang masih gelisa tidak bisa menerima apa yang telah diperbuat oleh dirinya terhadapa Kayla malam ini.
Keesokkan harinya, Brian yang dari kejauhan melihat Kayla duduk dengan wajah murung dan mata membengkak, lalu dia menghampirinya dan berkata "Kay."
"Iya, kenapa kamu berada di sini? Kalau begitu aku akan pergi."
"Tunggu! aku hanya ingin tahu kamu kenapa, wajahmu yang sangat kusut, ayo ceritakan semunya kepadaku, mana tahu aku bisa membantu kamu di saat ke sulitan begini."
"Tidak perlu!"
"Jangan kamu berkata begitu, aku tidak pernah memilih untuk membatu siapa pun orang, kamu itu temanku, jadi wajar saja aku menolong kamu jadi yakinlah yang telah terjadi ini akan membuat kamu semakin yakin, yang mana wajar aku tolong."
"Sudahlah, aku lagi malas untuk berbicara." Kayla menjawab dengan nada tinggi dan pergi meninggalkan Brian yang bingung melihat tingkah Kayla yang tidak biasa.
Brugh....
Kayla menabrak bahu Ray yang ingin menghampirinya, Kayla langsung berlari saja dan tidak ingin bertemu dengan Ray."
"Kay, tunggu!"
Brian yang melihat langsung menghampiri Ray, Brian sudah menebak kalau Kayla begitu perbuatan Ray, "Ray! kau apakan Kayla, perasaan dia dari kemarin baik-baik saja. Sudah aku katakan kalau kau memang tidak pantas untuk dia, hanya sekarang kau bakalan mebuat dia sakit saja sekarang apa lagi? tidak perlu kau menemuinya lagi, awas saja kau melihatnya.
Kayla sangat menyesali itu, Ray yang di percaya telah mengkhianatinya juga seperti pria kebanyakan, tidak sedikit pun iba dia melakukan hal itu kepadaku. Rutuk Kayla yang masih belum menerima apa yang di lakukannya.