Chap 51. Cemburu

1051 Kata

Aeron mengantar Nata pulang ke kontrakannya, hari sudah malam dan Aeron tak mungkin membiarkan Nata pulang. Setibanya di depan rumah, Nata turun dan disusul Aeron. “Pulang lah dan istirahat.” Nata menatap Aeron. Aeron menghampiri Nata, dan mereka saat ini sangat dekat. Sementara itu Nata terus melihat ke arah mana saja karena tak enak jika tetangga melihat mereka. “Ada apa?” tanya Nata. “Mundur sedikit, tak enak jika dilihat.” Nata mundur beberapa langkah, sementara itu Petir memperhatikan mereka dari rumah. Membuat hati Petir juga ikut terluka karena selama ini ia mengharapkan bisa dekat dengan Nata. Namun, Aeron selalu saja ada diantara mereka. Petir tahu bahwa diantara mereka belum selesai. “Kamu mau ngomong apa?” tanya Nata. “Aku berharap—” Perkataan Aeron terhenti ketika Petir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN